Jelang May Day 2026, Polres Samosir Uji Kesiapan Lewat Simulasi Penanganan Aksi Demo

Simulasi Sispamkota oleh Polres Samosir. (foto: istimewa/mistar)
Samosir, MISTAR.ID
Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 2026, Polres Samosir menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota), Kamis (30/4/2026). Latihan ini mengangkat skenario aksi unjuk rasa yang dipicu kenaikan harga BBM, pajak, dan bahan pokok penting (bapokting).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya kesiapan aparat dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya pada momentum May Day.
Kapolres Samosir, AKBP Rina Sri Nirwana Tarigan, mengatakan kegiatan ini bertujuan menguji kesiapsiagaan personel dalam menangani aksi massa secara profesional dan sesuai prosedur.
“Simulasi ini memberikan gambaran kepada seluruh pihak terkait mekanisme dan kemampuan Polres Samosir dalam menangani aksi unjuk rasa. Kami berharap dukungan seluruh elemen masyarakat agar situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Rina.
Dalam skenario pertama, digambarkan terjadi kericuhan di SPBU Pangururan akibat antrean panjang dan keterbatasan stok BBM setelah penyesuaian harga subsidi. Kondisi tersebut memicu emosi warga hingga berujung bentrokan dengan petugas SPBU.
Personel kepolisian bersama tim negosiator kemudian turun tangan untuk menenangkan massa dan mengendalikan situasi.
Pada tahap berikutnya, massa bergerak menuju kantor DPRD Kabupaten Samosir untuk menyampaikan aspirasi terkait kenaikan harga BBM, pajak, dan bapokting. Aksi yang awalnya berlangsung tertib berubah memanas akibat provokasi.
Dalam simulasi tersebut, massa melakukan pembakaran ban, pelemparan benda, hingga perusakan fasilitas umum. Menghadapi kondisi itu, personel Dalmas menjalankan tahapan pengendalian massa, mulai dari negosiasi, Dalmas awal, hingga Dalmas lanjutan. Kapolres juga turun langsung memberikan imbauan kepada massa.
Situasi yang semakin tidak terkendali kemudian direspons dengan tindakan tegas dan terukur menggunakan kendaraan taktis water cannon serta gas air mata hingga massa berhasil dibubarkan.
Tim Reskrim turut mengamankan sejumlah provokator, sementara tim Raimas melakukan penyisiran lokasi. Di sisi lain, tim kesehatan menangani korban terdampak sebelum kegiatan ditutup dengan apel konsolidasi dan pembersihan area.
Kasi Humas Polres Samosir, AKP Radiaman Simarmata, menyebut kegiatan ini sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi situasi kontinjensi di wilayah hukum Polres Samosir.
“Polres Samosir siap memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan selama momentum May Day 2026, sehingga situasi tetap tertib dan kondusif,” katanya.























