Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Kronologi Anak 9 Tahun Dicabuli Pria Asal Labuhanbatu

Mistar.idKamis, 30 April 2026 14.48
EH
AS
kronologi_anak_9_tahun_dicabuli_pria_asal_labuhanbatu

Ilustrasi. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Peristiwa pencabulan yang dialami anak 9 tahun, sebut saja Koko, oleh pria asal Labuhanbatu bernama Roni Nasution, 30 tahun, setelah ia meminta izin kepada buyutnya agar dapat menginap di salah satu rumah keluarga pada Sabtu (25/4/2026).

Setelah mendapat izin, korban ternyata tak ke rumah keluarganya. Ia justru bermain futsal bersama teman-temannya, termasuk abang kandungnya.

"Ternyata dia main futsal, abangnya pun ikut main futsal. Setelah main futsal, abangnya pulang. Dia diajak si Roni keliling-keliling naik kereta," ucap buyut korban berinisial RH saat ditemui di kediamannya di Deli Serdang, Kamis (30/4/2026).

Usai diajak berkeliling, korban diajak Roni ke rumahnya. Di sanalah Koko dicabuli. Mendapat perlakuan seperti itu, Koko langsung kabur. Meski sempat dikejar oleh Roni, korban mengaku sempat bersembunyi di semak-semak untuk menyelamatkan diri.

"Di rumah itu kata cicit saya, celananya dibuka pelaku. Terus kakinya diikat. Beruntung cicit saya bisa melarikan diri. Sempat dikejar si Roni pakai sepeda motor. Tapi, cicit saya sembunyi di semak-semak. Itu pas dini hari. Kasihan saya sama cicit saya tengah malam keluar sampai sembunyi gitu," tuturnya.

RH sempat menanyakan keberadaan korban ke keluarga. Karena keluarga mengatakan tak ada korban bersama mereka, maka RH mencari korban.

"Saya sempat tanya ke keluarga apakah benar cicit saya menginap di rumah mereka. Kami cari keliling-keliling tak ketemu juga," ucapnya.

Korban diketahui tiba di rumahnya sekira pukul 05.00 WIB. RH yang melihat cicitnya sudah berada di rumah langsung menanyakan apa yang telah terjadi.

"Awalnya dia (korban) nggak mengaku. Karena saya paksa cerita, dia akhirnya cerita semua," katanya lagi.

Setelah korban mengaku, RH memanggil keluarga agar menangkap Roni. Roni berhasil ditangkap di kediamannya, Minggu (26/4/2026) malam.

"Dia kan menumpang di rumah itu. Dia aslinya dari Rantauprapat. Awalnya yang di rumah itu bilang nggak ada dia. Terus ada orang yang bilang Roni di dalam rumah lagi tidur. Di situ kami tarik dia. Langsung mengaku dia mengenai semuanya. Minta-minta maaf dia sama saya. Katanya khilaf," ucap RH.

Warga yang emosi sempat menghakimi pelaku. Tak berapa lama, Roni dibawa ke Polsek Sunggal dan diteruskan ke Polrestabes Medan.

"Saya sudah buat laporan. Sudah saya bawa visum juga cucu saya," ujar RH. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN