Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
HUKUM & PERISTIWA

Berhenti Cari Aman, Pasutri Perantau Asal Sibolga Jadi Korban Pencurian di SPBU Sinaksak

Mistar.idSelasa, 6 Januari 2026 pukul 15.39 WIB
berhenti_cari_aman_pasutri_perantau_asal_sibolga_jadi_korban_pencurian_di_spbu_sinaksak

Kendaraan Minibus milik Moralin Zebua, korban pencurian saat parkir di SPBU Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Simalungun.(foto:istimewa/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Niat mencari tempat aman justru berujung petaka. Sepasang suami istri perantau asal Sibolga menjadi korban pencurian saat beristirahat di SPBU Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Selasa (6/1/2026) dini hari.

Korban, Moralin Zebua, menuturkan peristiwa bermula ketika kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kerusakan di tengah perjalanan dari Sibolga menuju Medan. Karena mobil sudah tak bisa melanjutkan perjalanan dan hari masih gelap, korban memutuskan berhenti di area SPBU untuk menunggu pagi dan bengkel buka di Pematangsiantar.

“Kendaraan kami rusak, sudah enggak bisa jalan. Terpaksa berhenti di SPBU ini untuk cari tempat aman, nunggu terang,” ujar Moralin saat dihubungi.

Kelelahan membuat keduanya tertidur di dalam mobil. Moralin mengaku tertidur sekitar pukul 04.00 WIB, sementara istrinya terlelap sejam kemudian. Saat itu, dua unit ponsel dan tas berisi uang serta perhiasan diletakkan di dalam mobil.

Namun, situasi berubah mencekam ketika Moralin terbangun sekitar pukul 06.00 WIB. Ia mendapati pintu kiri mobil sudah terbuka dan barang-barang berharga raib.

“iPhone diletak di depan, tengah sopir sama penumpang. Tas diambil dari bawah kaki istri saya. Pas bangun jam enam, pintu kiri sudah terbuka. Habis semua,” ujarnya lirih.

Akibat kejadian tersebut, korban kehilangan uang tunai sekitar Rp15 juta, dua unit telepon genggam, serta perhiasan emas. Total kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. Ironisnya, uang yang tersisa di tangan korban hanya Rp6.000.

“Kami ini perantau di Medan. Sekarang uang habis, mobil rusak, benar-benar enggak tahu harus bagaimana lagi,” katanya.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polsek Serbalawan dan tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL). Polisi menyatakan perkara masih dalam tahap penyelidikan.

Moralin juga mengungkapkan kekecewaannya karena upaya meminta rekaman CCTV di SPBU belum membuahkan hasil. Pihak SPBU disebut menyatakan rekaman kamera pengawas dalam kondisi buram.

“Kami sudah coba minta tayangan CCTV, tapi pihak SPBU bilang buram, padahal arahnya pas ke mobil kami parkir,” katanya.

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi para pengendara, khususnya yang terpaksa beristirahat di ruang publik pada malam hingga subuh hari. Aparat kepolisian juga diharapkan segera mengungkap pelaku. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN