Sunday, June 28, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Warga Medan Keluhkan Harga Bawang dan Cabai Merah yang Mulai Naik

Mistar.idSelasa, 12 Mei 2026 pukul 09.40 WIB
warga_medan_keluhkan_harga_bawang_dan_cabai_merah_yang_mulai_naik

Pedagang bahan pokok di Kota Medan. (Foto: Amita/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Harga sejumlah komoditas pangan utama di pasar tradisional Kota Medan mulai menunjukkan tren kenaikan pada pertengahan Mei 2026.

Berdasarkan pantauan di beberapa pasar besar, kenaikan paling signifikan terjadi pada komoditas bawang merah dan cabai merah yang mulai merangkak naik sejak beberapa hari terakhir.

Di Pasar Petisah, harga bawang merah saat ini menyentuh angka Rp39.000 per kg, naik cukup tajam dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp35.000 per kg.

Senada, cabai merah yang sebelumnya dibanderol Rp30.000 per kg kini harus ditebus konsumen dengan harga Rp34.000 per kg.

“Bawang merah naik lumayan terasa, sekarang saya jual Rp39.000. Cabai merah juga naik jadi Rp34.000. Hanya bawang putih yang turun sedikit jadi Rp30.000 dan cabai rawit turun seribu per kilonya,” kata Laila, salah seorang pedagang di Pasar Petisah, Selasa (12/5/2026).

Kondisi lebih mencolok terlihat di Pasar Kampung Lalang. Di pasar ini, kenaikan harga bawang merah menembus angka Rp43.000 per kg dari harga sebelumnya Rp36.000 per kg. Sementara itu, cabai merah naik tipis menjadi Rp35.000 per kg.

Pedagang sayur di Pasar Kampung Lalang, Ria, menyebutkan kenaikan harga ini dipicu oleh berkurangnya pasokan dari daerah penghasil.

“Bawang merah kenaikannya paling tinggi, sampai Rp43.000 sekarang per kilo dari sebelumnya Rp36.000. Cabai merah juga naik sedikit jadi Rp35.000. Kalau bawang putih sama cabai rawit masih stabil harganya,” ucap Ria.

Menanggapi fluktuasi harga ini, masyarakat mulai resah, terutama mengingat kondisi ekonomi yang sedang tidak menentu akibat tekanan inflasi global.

Banyak warga yang terpaksa memangkas kuantitas belanjaan mereka demi mencukupi kebutuhan lainnya.

“Tentu berat bagi kami ibu rumah tangga kalau semua-semua naik. Bawang merah itu bumbu dasar, kalau naik sampai di atas Rp40 ribu, ya terpaksa beli eceran saja Rp10 ribu, tidak berani beli kiloan lagi. Harapannya pemerintah segera cek stoknya, jangan sampai barang gaib di pasar tapi harga selangit,” ujar seorang pembeli di Pasar Kampung Lalang, Nurhayati.

Senada dengan Nurhayati, warga lainnya yang ditemui di Pasar Petisah, Rina, mengaku khawatir jika kenaikan ini terus berlanjut hingga akhir bulan.

“Tadi mau beli cabai dan bawang, ternyata sudah beda harganya dari minggu lalu. Kalau terus-terusan naik, uang belanja bulanan tidak akan cukup. Kami rakyat kecil ini cuma ingin harga stabil supaya bisa makan enak tiap hari tanpa pusing lihat dompet,” tuturnya. (hm25)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN