Saturday, June 27, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Pangan Stabil di Medan Saat Muharram, Petani dan Peternak Justru Rugi

Mistar.idKamis, 25 Juni 2026 pukul 19.25 WIB
harga_pangan_stabil_di_medan_saat_muharram_petani_dan_peternak_justru_rugi

Penjual ayam potong ras di Pasar Petisah. (foto:amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID (25/6/2026) – Pada bulan Muharram yang bersamaan dengan libur sekolah, harga sejumlah komoditas pokok di Kota Medan terpantau stabil dengan volatilitas yang rendah. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Kota Medan, beberapa komoditas bahkan menunjukkan penurunan harga.

Harga cabai merah bertahan rata-rata di level Rp45.100 per kilogram (kg), cabai rawit rata-rata Rp35.600 per kg, dan daging ayam turun di kisaran Rp32.200 per kg. Untuk komoditas beras, justru naik tipis menjadi Rp15.400 per kg dari sebelumnya Rp15.250 per kg pada pekan lalu.

Meskipun stabil dan cenderung murah, kondisi tersebut dinilai kurang berpihak kepada produsen. Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan harga tersebut belum ideal untuk petani dan peternak.

“Hasil pemantauan, cabai rawit dan ayam ras terbilang murah. Namun jika dibandingkan dengan harga pokok produksi ditambah margin dan biaya logistik, petani dan peternak masih merugi pada harga tersebut,” katanya, Kamis (25/6/2026).

Gunawan menambahkan, ada dua faktor utama yang menjadi penyebab harga bahan pokok sulit bergerak dalam beberapa waktu terakhir.

Pertama, penurunan permintaan (demand) akibat pengaruh budaya lokal selama bulan Muharram. Menurutnya, sebagian masyarakat yang beragama Islam cenderung mengurangi aktivitas pesta pada bulan tersebut.

“Kemudian, yang turut meredam kenaikan harga yaitu aktivitas operasional sektor pemenuhan pangan massal seperti MBG yang berhenti sementara,” ucapnya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Gunawan melihat banyak dapur yang berhenti sementara sehingga permintaan sejumlah kebutuhan pangan melemah. Kondisi ini membuat harga bahan pokok sulit mengalami kenaikan. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN