Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Cabai di Toba Fluktuatif, Pedagang Keluhkan Penjualan Menurun

Mistar.idKamis, 9 April 2026 pukul 17.26 WIB
harga_cabai_di_toba_fluktuatif_pedagang_keluhkan_penjualan_menurun

Pedagang ikan laut di pasar tradisional Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/Mistar

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Harga cabai dan ikan laut di pasar tradisional Kabupaten Toba mengalami fluktuasi. Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Toba, Dora Sibarani, mengatakan pada awal April 2026 harga cabai cenderung lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Meski demikian, beberapa jenis cabai mengalami kenaikan Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram.

"Harga cabai merah keriting per kilogram stagnan, yakni Rp20.000. Cabai rawit merah turun menjadi Rp25.000 dari sebelumnya Rp28.000, cabai rawit hijau naik Rp5.000 menjadi Rp25.000, dan cabai hijau keriting naik Rp3.000 menjadi Rp25.000 per kilogram," ujar Dora, Kamis (9/4/2026).

Sementara itu, harga ikan laut rata-rata lebih mahal hingga dua kali lipat dibandingkan ikan air tawar. Harga ikan kembung turun Rp2.000 menjadi Rp68.000 per kilogram, meski masih tergolong tinggi.

"Ikan tongkol biasa naik Rp2.000 dari Rp38.000 menjadi Rp40.000, ikan tongkol sisik turun Rp5.000 menjadi Rp50.000, ikan tuna turun Rp5.000 menjadi Rp55.000, dan ikan dencis naik Rp7.000 menjadi Rp55.000 per kilogram," ucapnya.

Sementara itu, pedagang menilai penurunan harga cabai tidak berdampak pada peningkatan daya beli masyarakat. Bahkan, daya beli cenderung menurun karena pembeli lebih selektif dalam memilih kualitas cabai.

"Saat harga cabai mencapai Rp50.000 per kilogram, stok pedagang tidak sampai busuk. Sekarang justru banyak yang tidak terjual, sehingga kami merugi. Begitu juga petani, biaya perawatan tanaman cabai tidak sebanding dengan harga jual di pasaran," ujar Nobel Simatupang, pedagang di Porsea.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN