Harga Andaliman Turun Rp10.000 per Kg di Porsea, Permintaan Pasar Malah Lesu

Pedagang andaliman di Pasar Porsea, Nobel Simatupang. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Harga andaliman mulai mengalami penurunan secara berangsur di Pasar Porsea, Kabupaten Toba. Kendati harga mengalami penurunan, permintaan pasar bukannya meningkat, melainkan turut menurun.
Pedagang di Pasar Porsea, Nobel Simatupang, mengatakan sejak sepekan terakhir harga andaliman turun Rp10.000 per kilogram. Sebelumnya, harga jual kepada konsumen mencapai Rp80.000 per kilogram, kini menjadi Rp70.000 per kilogram.
"Saya menjual kepada konsumen seharga Rp70.000 karena pengambilan dari pemasok sudah Rp60.000 per kilogram. Namun, meskipun mengalami penurunan harga, permintaan pasar tidak meningkat," ucap Nobel, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, dampak dari berkurangnya permintaan pasar membuat stok yang disediakan dalam satu pekan kerap tidak kunjung habis. Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan pada Oktober hingga Desember saat permintaan pasar meningkat, sementara stok andaliman justru menipis.
"Lihatlah, andaliman saya sudah tidak segar lagi. Hampir setengahnya sudah berwarna kecokelatan, tidak hijau lagi, sebab ketahanan andaliman dalam kondisi baik maksimal hanya sepekan. Biasanya dalam sepekan minimal 10 kilogram habis, tetapi saat ini 5 kilogram saja sulit," ujarnya.
Dirinya membandingkan, jika ketersediaan andaliman seperti saat ini terjadi pada Oktober hingga Desember, tentu pedagang andaliman akan merasa senang karena mampu memenuhi permintaan pasar di Pasar Porsea.
Sementara itu, salah seorang konsumen, Nurli, mengatakan pada bulan-bulan saat ini hingga September kebutuhan andaliman cenderung biasa saja karena hanya untuk konsumsi keluarga. Berbeda dengan Oktober hingga Desember ketika tamu atau sanak saudara banyak datang sehingga kebutuhan andaliman meningkat.
"Kita tahu sejak Oktober dan puncaknya Desember setiap tahunnya banyak anak rantau pulang kampung. Tentu mereka merindukan masakan khas Batak yang berbahan dasar andaliman, sehingga membutuhkan stok andaliman yang lebih banyak di rumah," tutur Nurli. (hm27)





















