Saturday, June 13, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga Sawit Simalungun Naik ke Rp2.950 per Kg, Petani Justru Keluhkan Musim Trek

Mistar.idSabtu, 13 Juni 2026 14.20
journalist-avatar-top
AS
harga_sawit_simalungun_naik_ke_rp2950_per_kg_petani_justru_keluhkan_musim_trek

Petani sawit di Tanah Jawa, Simalungun. (Foto: Abdi/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Kabar baik berembus bagi para petani kelapa sawit di wilayah Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun. Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit mengalami kenaikan tipis menjadi Rp2.950 per kilogram pada Sabtu (13/6/2026). Meskipun grafiknya belum melonjak tajam, tren positif ini membawa angin segar di tengah tantangan produktivitas lahan.

Pemilik Ram Timbangan Digital setempat, Eko Manurung, mengungkapkan bahwa pergerakan harga ini sudah mulai terlihat sejak akhir Mei lalu. Sebagai perbandingan, pada Sabtu (6/6/2026) pekan lalu, harga sawit masih berada di angka Rp2.910 per kilogram.

"Kini harganya sudah Rp2.950 per kilogram. Sementara itu, untuk harga buah brondolan sawit justru mencatatkan angka yang cukup tinggi, yakni mencapai Rp3.900 per kilogram," ujar Eko.

Ia juga memprediksi bahwa harga TBS sawit masih berpotensi merangkak naik dalam beberapa pekan ke depan. Faktor utamanya adalah berkurangnya pasokan akibat penurunan hasil panen di tingkat petani. Menurut analisisnya, kenaikan harga ini dipicu oleh fenomena musim trek yang sedang melanda perkebunan sawit.

Kendati angka di papan timbangan meningkat, realitas di lapangan menyisakan cerita lain bagi para petani. Erwin Silalahi, salah seorang petani sawit asal Bosar Galugur, mengakui bahwa kenaikan harga ini bertepatan dengan masa paceklik hasil panen. Kondisi tersebut membuat keuntungan yang diterima petani tidak serta-merta meningkat.

"Harganya memang naik, tapi hasil panennya berkurang drastis. Hukum pasarnya biasanya memang begitu, kalau produksi turun harga naik, sebaliknya kalau produksi melimpah harga justru anjlok. Jadi kalau dihitung-hitung, pendapatan rasanya sama saja," keluh Erwin.

Mewakili suara petani di Kabupaten Simalungun, Erwin berharap ada kebijakan maupun stabilitas pasar yang lebih berpihak kepada petani pada masa mendatang. Ia berharap harga TBS sawit tetap bertahan tinggi atau bahkan meningkat saat masa panen sedang melimpah. Dengan begitu, kesejahteraan para petani sawit di daerah tersebut dapat terdongkrak secara signifikan. (hm27)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN