Friday, June 12, 2026
home_banner_first
EKONOMI

NTP Sumut Turun 1,56 Persen pada Mei 2026, Harga Sawit dan Kopi Jadi Pemicu

Mistar.idJumat, 12 Juni 2026 13.30
journalist-avatar-top
AA
ntp_sumut_turun_156_persen_pada_mei_2026_harga_sawit_dan_kopi_jadi_pemicu

Petani memindahkan tandan buah segar kelapa sawit di area perkebunan. Penurunan harga sawit menjadi salah satu faktor turunnya NTP Sumatera Utara pada Mei 2026. (Foto: Kompas/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 mengalami penurunan sebesar 1,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, mengatakan NTP Sumut pada Mei 2026 berada di angka 159,92, turun dari 162,45 pada April 2026.

Menurut Asim, penurunan NTP menunjukkan melemahnya kemampuan tukar hasil produksi pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi maupun digunakan petani untuk kegiatan produksi.

"Penurunan NTP terutama dipengaruhi oleh melemahnya subsektor tanaman perkebunan rakyat. Komoditas yang memberikan andil terbesar terhadap penurunan tersebut adalah kelapa sawit, kopi, dan kelapa," ujar Asim, Jumat (12/6/2026).

BPS mencatat subsektor tanaman perkebunan rakyat mengalami penurunan terdalam, yakni 2,78 persen. Selanjutnya disusul subsektor perikanan yang turun 1,31 persen, peternakan 0,74 persen, dan tanaman pangan 0,73 persen.

Pada subsektor tanaman pangan, penurunan terutama dipengaruhi oleh harga kacang hijau. Sementara pada subsektor peternakan dipicu oleh penurunan harga ayam ras pedaging dan ayam kampung.

Adapun pada subsektor perikanan, penurunan indeks dipengaruhi oleh komoditas ikan tamban, udang laut, dan budidaya lele.

Di tengah penurunan sejumlah subsektor tersebut, tanaman hortikultura menjadi satu-satunya subsektor yang mencatat kenaikan NTP, yakni sebesar 8,89 persen.

Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya harga sejumlah komoditas hortikultura, seperti cabai merah, tomat, dan jeruk.

"Sektor hortikultura mengalami peningkatan karena didukung kenaikan harga beberapa komoditas utama di tingkat petani," kata Asim.

Namun, kenaikan harga komoditas hortikultura juga berdampak pada meningkatnya Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT). BPS mencatat cabai merah, tomat sayur, tomat buah, dan bawang merah menjadi komoditas yang paling berkontribusi terhadap kenaikan IKRT.

Selain NTP, BPS juga mencatat Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Sumatera Utara pada Mei 2026 turun 0,70 persen menjadi 164,03 dibandingkan bulan sebelumnya.

Menurut Asim, penurunan NTUP yang lebih rendah dibandingkan NTP menunjukkan biaya produksi dan modal usaha pertanian masih relatif terkendali meskipun harga sejumlah komoditas pertanian mengalami penurunan.

BPS berharap stabilitas harga komoditas perkebunan dan pangan dapat kembali membaik dalam beberapa bulan ke depan sehingga mampu mendukung peningkatan pendapatan petani.


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN