Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Harga TBS Sawit Simalungun Merangkak Naik, Petani: Belum Cukup Tutup Biaya Pupuk

Mistar.idSabtu, 30 Mei 2026 pukul 16.12 WIB
harga_tbs_sawit_simalungun_merangkak_naik_petani_belum_cukup_tutup_biaya_pupuk

Petani saat memanen hasil kebun sawit. (foto: abdi/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Kabar baik datang dari sektor perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Simalungun. Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di tingkat petani Nagori Bosar Galugur, Kecamatan Tanah Jawa, mulai merangkak naik setelah sempat anjlok drastis.

Saat ini harga TBS sawit di wilayah tersebut berada di angka Rp2.540 per kilogram, mengalami kenaikan sebesar Rp190 dari harga sebelumnya yang sempat terpuruk di angka Rp2.350 per kilogram.

Meski tren grafik menunjukkan grafik hijau, kenaikan ini rupanya belum mampu membawa angin segar sepenuhnya bagi para petani lokal.

Zulefendi, salah seorang petani sawit asal Nagori Bosar Galugur, mengatakan angka saat ini masih jauh dari performa terbaik harga sawit beberapa waktu lalu.

"Harga sawit sebelumnya sempat mencapai Rp3.100 per kilogram, dan setelah itu langsung anjlok ke angka Rp2.350. Sekarang Alhamdulillah ada kenaikan Rp190, menjadi Rp2.540 per kilogram," ujarnya, Sabtu (30/1/2026).

Di sisi lain, kenaikan tipis ini dinilai belum sebanding dengan tingginya biaya operasional perawatan kebun. Sawal, petani sawit lainnya di kecamatan yang sama, mengatakan angka Rp2.540 per kilogram belum mampu menutup modal perawatan, terutama mahalnya harga pupuk di pasaran.

Menurut Sawal, bagi petani swadaya, nominal saat ini sebenarnya masih masuk dalam kategori anjlok jika dikalkulasikan dengan biaya produksi bulanan.

"Dengan harga Rp2.540 per kilogram itu sebenarnya masih terbilang anjlok. Idealnya, harga sawit itu berada di angka Rp3.000 per kilogram. Hanya di angka itu kami baru bisa menutupi biaya pupuk dan perawatan lainnya dengan layak," ucapnya.

Fluktuasi harga TBS sawit di tingkat petani mandiri memang kerap menjadi persoalan klasik yang belum menemui jalan keluar permanen. Ketika harga pupuk non-subsidi terus melambung tinggi, kenaikan harga TBS yang tidak signifikan membuat margin keuntungan petani menipis, bahkan sering kali minus.

Masyarakat Nagori Bosar Galugur kini hanya bisa berharap agar tren kenaikan harga ini terus berlanjut hingga mencapai angka ideal, demi menjaga keberlangsungan hidup dan kesejahteraan para petani sawit di Kabupaten Simalungun.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN