Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
EKONOMI

BI Respons Rupiah Sempat Tembus Rp17.900 per Dolar AS saat Libur Iduladha

Mistar.idJumat, 29 Mei 2026 pukul 21.59 WIB
bi_respons_rupiah_sempat_tembus_rp17900_per_dolar_as_saat_libur_iduladha

Ilustrasi uang (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Bank Indonesia (BI) buka suara terkait tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp17.949 per dolar Amerika Serikat (AS) selama periode libur dan cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan tekanan terhadap rupiah dipengaruhi ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah serta meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) di dalam negeri.

“Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah,” ujar Ramdan dalam keterangan resmi, Jumat (29/5).

Selain faktor eksternal, BI juga mencatat adanya peningkatan kebutuhan dolar AS secara musiman. Kebutuhan tersebut antara lain untuk pembayaran utang luar negeri (ULN) dan repatriasi dividen perusahaan di tengah terbatasnya arus masuk dolar AS ke pasar domestik.

BI Intervensi Pasar Valas

Bank Indonesia menegaskan tetap hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai instrumen intervensi.

“Bank Indonesia terus berkomitmen hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, around the world, around the clock,” kata Ramdan.

BI melakukan optimalisasi intervensi pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, hingga pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder secara konsisten dan terukur.

Selain itu, BI juga memperkuat efektivitas kebijakan moneter melalui penguatan struktur suku bunga instrumen moneter yang dinilai pro-market guna menjaga daya tarik aset keuangan domestik dan mendukung arus modal asing masuk ke Indonesia.

Aturan Baru Pembelian Valas

Dari sisi permintaan dolar AS, BI juga menetapkan threshold pembelian valas tunai terhadap rupiah tanpa underlying sebesar US$25 ribu per pelaku per bulan yang mulai berlaku Juni 2026.

Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah menjaga stabilitas pasar valas domestik di tengah tingginya kebutuhan dolar AS.

BI juga terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar, termasuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar AS oleh bank dan korporasi.

“Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah,” ujar Ramdan.

Berdasarkan data Investing, dolar AS sempat menyentuh level Rp17.949 pada Kamis (28/5). Sementara pada perdagangan Jumat (29/5) sore, rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,20 persen ke level Rp17.880 per dolar AS.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN