Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Pasca Iduladha 1447 H, Harga Ayam dan Daging Sapi di Medan Turun

Mistar.idSabtu, 30 Mei 2026 pukul 17.09 WIB
pasca_iduladha_1447_h_harga_ayam_dan_daging_sapi_di_medan_turun

Pedagang ayam potong di Pasar Mabar. (foto: kamaluddin/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Pasca Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, harga ayam potong dan daging sapi di sejumlah pasar tradisional Kota Medan mengalami penurunan. Sebaliknya, harga beberapa komoditas sayuran, khususnya mentimun, justru mengalami kenaikan cukup signifikan.

Berdasarkan pantauan Mistar, Sabtu (30/5/2026), di Pasar Mabar, Kecamatan Medan Deli, seorang pedagang ayam potong, Yani, warga Belawan, mengatakan harga ayam potong turun sekitar Rp5.000 per kilogram dalam dua hari terakhir.

"Sebelumnya harga ayam potong berkisar Rp33.000 hingga Rp34.000 per kilogram. Hari ini kami jual Rp28.000 per kilogram. Kemungkinan karena masyarakat masih memiliki stok daging kurban dari Hari Raya Iduladha," ujarnya.

Menurutnya, pembeli yang masih rutin berbelanja saat ini didominasi pemilik rumah makan dan warung ayam penyet.

Harga daging sapi juga mengalami penurunan. Sebelum Iduladha, harga daging sapi mencapai Rp140.000 per kilogram. Kini harga jual berada di kisaran Rp130.000 hingga Rp135.000 per kilogram.

"Permintaan pembeli juga masih sedikit," ujar salah seorang pedagang daging sapi yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, harga mentimun mengalami kenaikan cukup tajam. Dari pantauan di Pasar 5 Marelan, harga mentimun yang biasanya berkisar Rp8.000 hingga Rp9.000 per kilogram kini naik menjadi Rp15.000 per kilogram.

"Harga mentimun naik karena cuaca panas menyebabkan banyak tanaman tidak berkembang dengan baik. Banyak petani mengalami gagal panen, ukuran buah kecil-kecil dan kurang diminati pembeli," kata Ayek, salah seorang pedagang sayuran.

Ia menambahkan, terbatasnya pasokan di tengah tingginya permintaan membuat harga mentimun terus meningkat. Sementara itu, harga komoditas sayuran lainnya seperti terung, cabai, dan kentang masih terpantau stabil.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN