Saturday, July 18, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Harga Sawit Simalungun Mulai Bangkit, DPRD Minta Pemerintah Jaga Stabilitas

Mistar.idSabtu, 30 Mei 2026 pukul 12.49 WIB
harga_sawit_simalungun_mulai_bangkit_dprd_minta_pemerintah_jaga_stabilitas

Wakil Ketua DPRD Simalungun, Jefra H Manurung. (Foto: Indra/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Setelah sempat harga Tandan Buah Segar (TBS) anjlok hingga Rp2.350 per kilogram di Kabupaten Simalungun, pada Sabtu (30/5/2026), harga berangsur membaik. Sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dilaporkan telah menaikkan harga pembelian TBS.

Wakil Ketua DPRD Simalungun, Jefra H Manurung, mengatakan kenaikan harga di beberapa perusahaan menjadi sinyal positif setelah gejolak penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir.

"Hari ini sudah ada perubahan harga. Masing-masing perusahaan PKS ada yang menaikkan Rp150, Rp190 sampai Rp210 per kilogram. Berarti sudah ada pergerakan harga," ujarnya.

Menurut Jefra, tren kenaikan tersebut membuka peluang harga sawit kembali ke level normal seperti sebelum gejolak terjadi. Ia berharap harga Crude Palm Oil (CPO) dunia kembali menguat sehingga berdampak langsung pada harga TBS di tingkat petani.

"Kita harapkan harga bisa kembali seperti sebelum gejolak kemarin. Mudah-mudahan malam ini atau besok ada lagi perubahan harga CPO yang signifikan. Peluang untuk kembali ke harga sebelumnya sepertinya akan terwujud dalam beberapa hari ini," katanya.

Jefra menilai harga sawit yang ideal bagi petani saat ini berada di kisaran Rp3.000 per kilogram. Angka tersebut dinilai lebih realistis dan seimbang dengan tingginya biaya produksi yang harus ditanggung petani sawit.

Beban terbesar petani saat ini berasal dari mahalnya pupuk dan biaya perawatan kebun yang terus meningkat. Di sisi lain, petani sawit tidak diperbolehkan menggunakan pupuk subsidi sehingga seluruh kebutuhan operasional harus dipenuhi dengan harga pasar.

"Penyesuaian harga TBS harus berimbang dengan biaya operasional petani. Kalau sebelumnya harga di angka Rp3.000, itu sebenarnya masih normatif dengan besarnya biaya produksi yang dikeluarkan petani," ucap Politisi Partai NasDem ini.

Ia juga berharap pemerintah dapat mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga sawit agar gejolak serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat, khususnya petani yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan sawit di wilayah Habonaron do Bona.

Sebelumnya, para petani di sejumlah wilayah Simalungun mengeluhkan anjloknya harga TBS dari Rp3.100 menjadi Rp2.350 per kilogram. Penurunan drastis itu membuat banyak petani mengaku tidak lagi mampu menutup biaya perawatan kebun dan terancam merugi. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN