Jalur Wisata Danau Toba Tigaras Diperbaiki, Warga: Jalan di Nagori Sibuntuon Kapan?

Kondisi ruas jalan Simpang Raya-Tigaras, Danau Toba di Nagori Sibuntuon. (foto: indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperbaiki ruas jalan Simpang Raya–Tigaras pada Juni 2026 disambut harapan sekaligus keresahan warga di Nagori Sibuntuon, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.
Warga berharap proyek perbaikan tidak hanya terfokus pada akses menuju Pelabuhan Tigaras dan kawasan Danau Toba, tetapi juga menyentuh wilayah permukiman masyarakat yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan jalan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumatera Utara, Chandra Dalimunthe, mengatakan perbaikan jalan Simpang Raya–Tigaras akan mulai dikerjakan tahun ini dengan panjang sekitar empat kilometer. Proyek itu disebut sebagai bagian dari upaya mendukung akses menuju kawasan pariwisata Danau Toba.
Namun, warga Nagori Sibuntuon mempertanyakan titik pengerjaan yang dinilai belum menjawab kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Ruslan Sinaga, warga setempat, mengatakan masyarakat di wilayahnya sudah lama menantikan perbaikan infrastruktur jalan yang hingga kini kondisinya masih rusak dan berlubang.
"Jangan hanya dari Simpang Sipintu Angin yang diperbaiki. Benar memang akses menuju pelabuhan dan pariwisata, tapi kami juga butuh akses untuk sekolah dan mobilitas hasil panen," ujar Ruslan, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, kondisi jalan di wilayah Sibuntuon selama ini kerap menyulitkan aktivitas warga, terutama saat musim hujan. Jalan berlubang dan berlumpur membuat kendaraan harus melaju perlahan demi menghindari kerusakan maupun kecelakaan.
"Dari Simpang Raya sampai Sipoldas bagus jalannya. Kemudian kalau terealisasi dari ujung Sipintu Angin sampai Tigaras diperbaiki, lalu kami kapan?" katanya.

Kondisi ruas jalan Simpang Raya-Tigaras, Danau Toba di Nagori Sibuntuon. (foto: indra/mistar)
Ruslan menyebut hampir satu dekade ruas jalan di wilayah mereka minim perhatian perbaikan meski statusnya merupakan jalan provinsi. Padahal, jalur tersebut menjadi akses penting bagi masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.
"Sudah hampir 10 tahun tidak ada sentuhan perbaikan jalan. Posisi kampung kami kan di tengah, dan jalan Simpang Raya–Tigaras itu semua jalan provinsi. Kami harap ada juga perhatian untuk kami," ucap ayah dua anak tersebut.
Keluhan warga itu sejalan dengan kondisi di lapangan. Sejumlah titik jalan di Nagori Sibuntuon terlihat mengalami kerusakan cukup parah dengan kubangan air yang menutupi badan jalan. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan pengendara, tetapi juga dinilai berpotensi menghambat geliat pariwisata menuju kawasan Danau Toba melalui jalur Tigaras.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya berfokus pada akses wisata, tetapi juga memperhatikan kebutuhan dasar warga yang setiap hari bergantung pada ruas jalan tersebut untuk pendidikan, pertanian, dan aktivitas ekonomi.























