Thursday, July 30, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Mengapa Powerbank Bisa Keluarkan Api di Pesawat?

Mistar.idKamis, 30 Juli 2026 pukul 08.16 WIB
mengapa_powerbank_bisa_keluarkan_api_di_pesawat

Ilustrasi powerbank terbakar. (Foto: Xiaomi)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID - Sebuah video yang memperlihatkan powerbank mengeluarkan api di dalam pesawat Batik Air ramai beredar di media sosial. Insiden tersebut disebut terjadi pada penerbangan ID6143 rute Makassar-Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Mengacu pada informasi yang dibagikan akun @donimincuk di Threads, peristiwa itu terjadi sekitar 20 hingga 30 menit setelah pesawat lepas landas. Powerbank yang diduga milik seorang warga negara China disebut mengalami korsleting saat digunakan untuk mengisi daya ponsel.

Video yang beredar menunjukkan kondisi kabin dipenuhi asap disertai bau hangus. Mengetahui kejadian itu, awak kabin segera mengamankan perangkat yang diduga menjadi sumber masalah dan melakukan penanganan cepat untuk mencegah api membesar.

Berkat respons tersebut, situasi berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban luka. Penerbangan pun dilaporkan tetap dilanjutkan hingga pesawat mendarat dengan aman di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Hingga kini, Batik Air belum menyampaikan keterangan resmi secara rinci terkait penyebab pasti insiden tersebut, termasuk identitas penumpang maupun kondisi powerbank yang diduga memicu munculnya api.

Mengapa Powerbank Berbahaya di Pesawat?

Powerbank menggunakan baterai lithium-ion yang berisiko mengalami panas berlebih atau thermal runaway. Kondisi tersebut dapat memicu asap, api, bahkan ledakan apabila baterai rusak, mengalami korsleting atau terpapar suhu tinggi.

Risiko itulah yang membuat powerbank dikategorikan sebagai baterai cadangan dan tidak boleh dimasukkan ke bagasi tercatat. Perangkat harus dibawa di dalam kabin agar segera terdeteksi dan ditangani apabila mengeluarkan asap atau panas.

Mengacu pada panduan terbaru International Air Transport Association (IATA), penumpang dibatasi membawa maksimal dua powerbank lithium-ion dengan kapasitas tidak lebih dari 100 Wh.

Dilansir dari detikInet, Kamis (30/7/2026), Powerbank juga tidak boleh diisi ulang menggunakan sumber listrik pesawat dan sebaiknya tidak disimpan di kompartemen atas.

Batik Air dan Lion Group menetapkan sejumlah ketentuan mengenai powerbank yang dibawa penumpang:

  1. Powerbank hanya boleh dibawa ke kabin dan dilarang dimasukkan ke bagasi tercatat.
  2. Powerbank berkapasitas maksimal 100 Wh atau sekitar 20.000 mAh dapat dibawa tanpa persetujuan khusus.
  3. Powerbank berkapasitas lebih dari 100 Wh hingga 160 Wh atau sekitar 20.000-32.000 mAh memerlukan persetujuan maskapai. Jumlahnya dibatasi maksimal dua unit.
  4. Powerbank dengan kapasitas di atas 160 Wh dilarang dibawa ke pesawat.
  5. Label kapasitas harus terlihat jelas. Powerbank tanpa informasi kapasitas dapat ditolak oleh petugas.
  6. Powerbank tidak boleh rusak, menggembung, bocor, terlalu panas, atau menunjukkan tanda berbahaya lainnya.
  7. Powerbank dilarang digunakan untuk mengisi daya HP maupun perangkat elektronik lain selama penerbangan.
  8. Powerbank tidak boleh terhubung ke kabel atau perangkat elektronik selama berada di pesawat.
  9. Powerbank tidak boleh disimpan di bagasi kabin bagian atas. Perangkat sebaiknya berada dalam pengawasan pemilik, misalnya di dalam tas kecil yang diletakkan di bawah kursi depan.

Terminal baterai harus dilindungi agar tidak mengalami korsleting, misalnya menggunakan penutup, isolasi, atau kantong pelindung terpisah.

Apabila powerbank terasa panas, mengeluarkan bau, berubah bentuk, berasap, atau terbakar, penumpang harus segera memberi tahu awak kabin dan tidak mencoba menanganinya sendiri.

Insiden penerbangan ID6143 menjadi pengingat bahwa powerbank tidak boleh digunakan sembarangan di dalam pesawat. Penumpang wajib mengikuti pengumuman serta arahan awak kabin karena keselamatan seluruh penerbangan menjadi taruhannya. (Detik)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN