Harga Andaliman di Toba Bertahan Rp80 Ribu per Kilogram Meski Panen Raya

Andaliman dan cabai merah keriting yang dijual pedagang di Pasar Porsea, Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Harga andaliman yang dijual pedagang di Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, masih bertahan di angka Rp80.000 per kilogram dalam dua bulan terakhir. Kondisi ini terjadi meski pasokan dari petani cukup melimpah dan saat ini sedang memasuki musim panen raya.
Salah seorang pedagang di Pasar Porsea, Nobel Simatupang, mengatakan stok andaliman dari petani saat ini cukup banyak. Menurutnya, sejak Januari 2026 hasil panen andaliman meningkat dan diperkirakan berlangsung hingga September sebelum memasuki masa paceklik atau musim sambang.
"Meskipun hasil panen petani cukup banyak, harga andaliman masih tergolong tinggi. Kami membeli dari petani dengan harga Rp50.000 per kilogram, kemudian menjualnya kepada konsumen seharga Rp80.000 per kilogram. Harga ini sudah bertahan selama dua bulan terakhir," ujar Nobel, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, harga andaliman pada tahun ini relatif lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada musim panen tahun sebelumnya, harga jual andaliman dari petani kepada pedagang berkisar antara Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.
"Penyebab harga andaliman tetap tinggi meskipun stok melimpah adalah menurunnya daya beli masyarakat. Konsumen membatasi pembelian sehingga pedagang juga mengurangi stok penjualan. Kondisi itu membuat harga tetap bertahan di level tinggi," katanya.
Sementara itu, berbeda dengan harga andaliman yang stabil, harga cabai merah keriting justru mengalami kenaikan dalam sepekan terakhir.
"Awalnya kami menjual cabai merah keriting seharga Rp40.000 per kilogram. Tadi pagi masih Rp45.000 per kilogram, tetapi sore ini kembali naik menjadi Rp48.000 per kilogram," tuturnya.
PREVIOUS ARTICLE
Lulus SMA, Adnan Tekuni Pertanian Cabai di Simalungun






















