Lulus SMA, Adnan Tekuni Pertanian Cabai di Simalungun

Petani muda di Nagori Mardinding, Adnan Pandiangan, saat ditemui di lahan pertaniannya. (Foto: Indra/Mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Pemuda bernama Adnan Pandiangan, 19 tahun, memilih bertani cabai setelah menyelesaikan pendidikan SMA pada 2025. Di lahan seluas 2,5 rante, Adnan menyebutkan ia bisa panen cabai hingga 15 kali dalam waktu 8 bulan.
Adnan yang memiliki kebun di Nagori Mardinding, Kecamatan Pematang Silimahuta, Kabupaten Simalungun, mengatakan memiliki sekitar 2.000 batang cabai.
"Sudah 15 kali panen. Harga tertinggi pernah sampai Rp38 ribu per kilogram, kalau hari ini jual Rp28 ribu," ujar Adnan saat ditemui di ladangnya, Selasa (2/6/2026).
Hamparan tanaman cabai miliknya tampak tumbuh subur dengan penyangga bambu berjajar rapi. Perjalanan menanam cabai tentu saja tidak selalu mudah. Kata Adnan, dia harus menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari serangan penyakit busuk kering, cuaca tidak menentu, hingga keterbatasan obat pertanian.
"Tantangannya busuk kering, cuaca, sama kurang obat," katanya.
Meski demikian, Adnan tetap bertahan dan terus merawat tanamannya. Semangatnya menunjukkan bahwa sektor pertanian masih memiliki peluang menjanjikan bagi anak muda, khususnya di wilayah dataran tinggi Kabupaten Simalungun yang dikenal cocok untuk budidaya hortikultura.
Ia berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan petani muda, terutama dalam membantu ketersediaan obat pertanian dan menjaga kestabilan harga hasil panen. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar generasi muda semakin tertarik terjun ke dunia pertanian.
"Harapannya semoga harga stabil dan petani muda lebih diperhatikan supaya makin semangat bertani," ujarnya.
Tantangan lainnya adalah fluktuasi harga cabai. Saat harga tinggi, hasil panen mampu memberikan keuntungan besar.
“Namun ketika harga turun, petani harus pandai mengatur biaya produksi agar tetap bertahan,” tuturnya. (indra)
PREVIOUS ARTICLE
Inflasi di Sumut Diprediksi Tembus 0,6 Persen Selama Mei 2026BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER



















