Desa Sei Sijenggi Jadi Sentra Buah Naga, Pasok Pasar Sumut Setiap Hari

Buah naga asal Desa Sei Sijenggi. (Foto: Hendra/Mistar)
Sergai, MISTAR.ID
Desa Sei Sijenggi, khususnya di Dusun IV, Kecamatan Perbaungan, dikenal sebagai salah satu sentra produksi buah naga di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Komoditas hortikultura tersebut kini menjadi salah satu sumber pendapatan utama masyarakat setempat.
Lebih dari lima hektare lahan di desa tersebut dimanfaatkan untuk budidaya buah naga yang dikelola oleh kelompok petani setempat.
Setiap harinya, ratusan kilogram buah naga organik asal Desa Sei Sijenggi, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), dipasok ke sejumlah pedagang buah di Kabupaten Deli Serdang dan beberapa daerah lainnya di Sumatera Utara (Sumut).
Selain dipasarkan ke wilayah Deli Serdang, hasil panen juga dikirim ke sejumlah daerah lain seperti Kota Medan dan Pematangsiantar.
"Setiap hari ratusan kilogram buah naga dari desa kami dipasok ke pedagang buah di Lubuk Pakam. Selain itu, permintaan juga datang dari Medan dan Siantar," kata Misdi, salah seorang petani buah naga di Desa Sei Sijenggi, Sabtu (13/6/2026).
Menurut Misdi, buah naga yang dihasilkan petani Sei Sijenggi memiliki karakteristik tersendiri sehingga diminati konsumen.
Senada dengan itu, petani lainnya, Jarwo, menyebut buah naga asal Sei Sijenggi memiliki daya simpan yang relatif lebih lama dibandingkan produk dari daerah lain.
"Buah naga di sini lebih tahan lama dan tidak cepat lembek. Rasanya juga lebih manis dengan ukuran buah yang cukup besar, sehingga banyak diminati pembeli," ujarnya.
Buah naga atau dragon fruit merupakan tanaman yang berasal dari kawasan Meksiko dan Amerika Tengah. Meski bukan tanaman asli Indonesia, buah ini berkembang pesat dan menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan di berbagai daerah, termasuk di Serdang Bedagai.
Di tingkat pemasaran, pedagang buah di Lubuk Pakam mengakui tingginya minat masyarakat terhadap buah naga asal Sergai.
Panjang, seorang pedagang buah di Jalan Lubuk Pakam-Pantai Labu, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, mengatakan buah naga asal Sei Sijenggi cukup diminati pelanggan karena rasanya yang manis dan kualitasnya yang baik.
"Pembeli lebih banyak mencari buah naga dari Sergai karena rasanya manis dan tidak mudah lembek," katanya.
Menurut Panjang, penjualan buah naga di kiosnya dapat mencapai sekitar 100 kilogram per hari, tergantung tingkat permintaan pasar.
Baca Juga: Buah yang Tidak Cocok Disimpan di Kulkas
Selain mengembangkan sektor pertanian, masyarakat Desa Sei Sijenggi juga mulai mengoptimalkan potensi wisata berbasis buah naga. Melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), warga berupaya menjadikan desa tersebut sebagai destinasi wisata edukasi dan agrowisata buah naga organik.
Berbagai produk olahan berbahan dasar buah naga turut dikembangkan untuk menarik wisatawan, mulai dari jus buah naga, cendol naga, es krim, hingga puding buah naga.
Upaya tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui sektor pariwisata berbasis potensi lokal. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Elon Musk Cetak Sejarah sebagai Triliuner Pertama Dunia






















