Saturday, June 13, 2026
home_banner_first
EKONOMI

Elon Musk Cetak Sejarah sebagai Triliuner Pertama Dunia

Mistar.idSabtu, 13 Juni 2026 09.38
EH
elon_musk_cetak_sejarah_sebagai_triliuner_pertama_dunia

Elon Musk. (Foto: Scientific American)

news_banner

New York, MISTAR.ID

Elon Musk mencatat sejarah baru karena resmi menjadi orang pertama di dunia yang memiliki kekayaan lebih dari US$1 triliun. Pencapaian tersebut terjadi seiring debut saham SpaceX di bursa yang langsung mendongkrak nilai asetnya secara signifikan.

Perdagangan perdana saham SpaceX dimulai pada Jumat (12/6/2026) dengan harga pembukaan sekitar US$150 per lembar dan kemudian menguat hingga penutupan. Lonjakan itu membuat valuasi perusahaan menembus angka lebih dari US$2 triliun, menjadikannya salah satu perusahaan publik paling bernilai di Amerika Serikat.

Sebagai pemegang saham terbesar SpaceX, Musk memperoleh kenaikan nilai kekayaan yang sangat besar. Jika digabungkan dengan kepemilikannya di Tesla, total kekayaan bersihnya diperkirakan berada di kisaran US$1,1 triliun.

Jumlah tersebut membuat kekayaan Musk melampaui produk domestik bruto (PDB) sejumlah negara dan menempatkannya jauh di atas para miliarder lain. Berdasarkan berbagai estimasi, kekayaan pendiri Amazon, Oracle, dan dua pendiri Google jika digabungkan baru mendekati angka yang kini dimiliki Musk seorang diri.

Pencapaian ini terjadi sekitar 110 tahun setelah John D. Rockefeller dikenang sebagai miliarder pertama di dunia pada 1916. Kini, Musk menjadi sosok pertama yang berhasil menembus batas kekayaan satu triliun dolar AS.

IPO SpaceX tidak hanya menguntungkan Musk. Ribuan karyawan dan mantan pekerja perusahaan juga ikut menikmati lonjakan nilai saham yang mereka miliki. Sejumlah laporan menyebut ribuan orang berubah menjadi jutawan baru, sementara ratusan lainnya masuk kategori miliarder dan centimillionaire setelah perusahaan resmi diperdagangkan di pasar modal.

Meski demikian, status Musk sebagai triliuner pertama diperkirakan akan kembali memicu perdebatan mengenai kesenjangan kekayaan dan besarnya pengaruh para tokoh teknologi terhadap ekonomi global. Beberapa pengamat juga menyoroti konsentrasi kepemilikan dan kendali yang masih sangat besar berada di tangan Musk.

Nilai kekayaan Musk pun berpotensi terus bertambah. Selain SpaceX dan Tesla, ia masih memiliki kepemilikan di sejumlah perusahaan teknologi lain, sementara paket kompensasi berbasis kinerja di Tesla dapat memberikan tambahan nilai yang sangat besar apabila target perusahaan tercapai pada masa mendatang. (hm20)