Buah Naga Perbaungan Lebih Diminati Konsumen Dibandingkan Buah Naga Karo

Buah naga asal Perbaungan yang dijual pedagang buah di Lubuk Pakam. (Foto: Sembiring/Mistar)
Deli Serdang, MISTAR.ID
Buah naga asal Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, disebut lebih diminati konsumen dibandingkan buah naga dari Kabupaten Karo.
Tingginya minat pembeli dinilai dipengaruhi kualitas rasa, ukuran buah, hingga tingkat kesegaran produk.
Sejumlah pedagang buah di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, menyebut buah naga dari Perbaungan memiliki karakteristik yang lebih disukai konsumen, terutama karena rasanya lebih manis dan ukuran buah relatif besar.
“Beberapa faktor yang mendasari tingginya minat konsumen terhadap buah naga Perbaungan adalah rasanya lebih manis dan ukuran buahnya jumbo. Buah naga dari Desa Sei Sijenggi, Perbaungan, sering dipasarkan sebagai buah naga jumbo dengan rasa yang sangat manis dan segar,” ujar Misnah, salah seorang pedagang buah di Lubuk Pakam, Rabu (14/5/2026).
Menurutnya, faktor kesegaran juga menjadi nilai tambah karena buah naga dari Perbaungan dapat langsung didistribusikan ke pasar-pasar di Medan dan sekitarnya setelah dipanen.
“Karena jaraknya lebih dekat, buah yang dijual lebih segar dibandingkan buah yang harus menempuh perjalanan lebih jauh,” katanya.
Misnah menambahkan, buah naga asal Perbaungan umumnya memiliki ukuran besar dengan berat mencapai lebih dari 800 gram per buah serta warna kulit merah merona dengan sisik hijau yang menarik.
Ia juga menilai kondisi geografis Perbaungan yang berada di dataran rendah lebih sesuai untuk pertumbuhan buah naga dibandingkan wilayah dataran tinggi seperti Kabupaten Karo.
Dalam sehari, Misnah mengaku mampu menjual sekitar 15 hingga 20 kilogram buah naga lokal kepada konsumen.
Hal serupa disampaikan pedagang buah lainnya di Kecamatan Beringin, Yuni. Ia mengatakan buah naga tumbuh optimal di dataran rendah dengan kondisi tanah berpasir.
“Perbaungan memiliki kondisi lahan yang sesuai untuk budidaya buah naga, sedangkan di daerah dataran tinggi seperti Karo harus menggunakan teknologi tertentu untuk mengoptimalkan hasil panen,” ujarnya.
Menurut Yuni, konsumen umumnya memilih buah naga berdasarkan tingkat kemanisan dan kesegaran produk.
“Buah naga asal Perbaungan sering memenangkan hati konsumen karena rasanya lebih manis, ukurannya lebih besar, dan kondisinya lebih segar,” katanya.
PREVIOUS ARTICLE
Pemkab Tapteng Kukuhkan 20 Duta BudayaBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER























