Monday, July 20, 2026
home_banner_first
KULINER

Buah Endemik Indonesia Kian Langka dan Terlupakan, Apa Saja?

Mistar.idKamis, 18 Desember 2025 pukul 05.30 WIB
buah_endemik_indonesia_kian_langka_dan_terlupakan_apa_saja

Buah kelubi atau salak rimba. (Foto: Rekoforest)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan buah endemik yang tumbuh alami di berbagai wilayah. Namun, seiring menyusutnya hutan dan perubahan pola konsumsi, banyak buah lokal khas Nusantara kini semakin langka dan jarang dikenal, terutama oleh generasi muda.

Salah satu buah endemik tersebut adalah buni. Buah ini memiliki bentuk mirip cranberry dengan warna kekuningan, merah, hingga kehitaman. Teksturnya berair dan rasanya segar, sehingga kerap dimanfaatkan sebagai pelengkap rujak atau diolah menjadi selai.

Buah genitu juga memiliki banyak sebutan daerah. Di Jawa dikenal sebagai sawo apel atau sawo ijo, di Banten disebut sawo kadu, sedangkan di Lampung dikenal dengan nama sawo manila. Buah ini umumnya diolah menjadi es krim atau sajian olahan lainnya.

Di Pulau Jawa dan Kalimantan terdapat buah gowok atau kupa yang termasuk jenis jambu-jambuan. Buah berukuran kecil sekitar 2-3 sentimeter ini memiliki daging berwarna putih, bertekstur kenyal, berair, serta bercita rasa asam segar.

Sementara itu, keledang merupakan buah langka asal Kalimantan yang kini kian terlupakan akibat berkurangnya kawasan hutan alami. Keledang memiliki rasa manis yang khas, menyerupai perpaduan antara nangka dan manggis.

Buah kelubi atau dikenal sebagai salak rimba banyak ditemukan di Sumatera Selatan. Buah ini bercita rasa sangat asam dan kaya vitamin C. Di sejumlah daerah, kelubi dimanfaatkan sebagai bahan sambal terasi, sementara di Kalimantan Timur kerap diolah menjadi manisan.

Kemang atau palo merupakan kerabat dekat mangga dengan aroma harum dan rasa manis. Ciri khas buah kemang terletak pada warna daging buahnya yang pucat keputihan, berbeda dengan mangga matang yang umumnya berwarna oranye.

Selain itu, terdapat buah kemayau, buah langka khas Kalimantan yang kini sulit dijumpai. Cara mengonsumsinya cukup unik, yakni direbus selama dua hingga tiga menit, kemudian kulit hitamnya dibuang. Daging buahnya biasa disantap dengan tambahan madu atau gula merah.

Buah endemik lainnya adalah kemunting, yang dikenal dengan berbagai nama daerah, seperti haramontin di Kalimantan dan karamunting di Minangkabau. Buah ini berwarna hijau saat muda dan berubah merah ketika matang. Dagingnya menyerupai anggur, berserat, dan bercita rasa manis.

Para pemerhati lingkungan menilai, pelestarian buah endemik Indonesia perlu mendapat perhatian serius agar kekayaan hayati Nusantara tidak punah dan tetap dikenal oleh generasi mendatang. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN