Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
KULINER

Setiap Dua Hari, 3.000 Ekor Burung Dipasok dari Sergai ke Simalungun dan Siantar

Mistar.idJumat, 26 Desember 2025 pukul 20.04 WIB
setiap_dua_hari_3000_ekor_burung_dipasok_dari_sergai_ke_simalungun_dan_siantar

Pemilik rumah makan burung di Sei Rampah, Sergai, Ogek.(foto: sembiring/mistar)

news_banner

Serdang Bedagai, MISTAR.ID

Untuk memenuhi kebutuhan daging burung di wilayah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, sebanyak 3.000 ekor burung dikirim dari Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), setiap dua hari sekali.

Jenis burung yang dipasok tersebut antara lain burung tiung dan ruwak-ruwak. Daging burung yang dikirim sudah dalam kondisi bersih, tanpa bulu serta tanpa isi dalam, sehingga siap diolah oleh rumah makan tujuan.

Pemilik rumah makan burung di Dusun I Desa Sei Rampah, Kecamatan Sei Rampah, Ogek (60), mengungkapkan bahwa daging burung tersebut dijual dengan harga Rp10.000 per ekor. Sementara bagian dalam burung dijual terpisah ke sejumlah rumah makan dengan harga Rp40.000 per kilogram.

“Dua hari sekali agen burung di sini mengirim sekitar 3.000 ekor burung yang sudah dikuliti dan tanpa isi dalam. Daging burung itu dipasok ke rumah makan di Simalungun dan Pematangsiantar,” ujar Ogek, Jumat (26/12/2025).

Ogek yang telah menekuni usaha rumah makan burung selama sekitar 20 tahun ini menambahkan, pasokan burung tidak hanya berasal dari Sei Rampah. Sebagian burung juga didatangkan dari Pekanbaru, Provinsi Riau, sebelum kemudian dikumpulkan dan dikirim ke daerah tujuan.

“Setelah terkumpul sekitar 3.000 ekor, baru dikirim ke Simalungun dan Siantar, karena di sana memang banyak rumah makan burung,” kata pria yang dikenal dengan ciri khas mengenakan lobe tersebut.

Salah seorang pelanggan setia, Muktar (74), warga Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, mengaku telah bertahun-tahun menjadi pelanggan rumah makan burung milik Ogek. Menurutnya, cita rasa daging burung menjadi alasan utama dirinya tetap setia.

“Saya sudah lama jadi pelanggan rumah makan Bang Ogek ini. Saya paling suka burung belibis. Kalau ada burung belibis, saya biasanya dihubungi Bang Ogek,” tutur Muktar.

Tingginya permintaan daging burung di wilayah Simalungun dan Pematangsiantar menjadikan Kecamatan Sei Rampah sebagai salah satu daerah pemasok utama, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat yang bergerak di usaha pengolahan dan perdagangan daging burung.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN