Monday, June 22, 2026
home_banner_first
EDUKASI

Tidak Buka Jalur Pendaftaran Umum, SRMP 2 Medan Rekrut Siswa dari DTSEN

Mistar.idSenin, 4 Mei 2026 pukul 17.39 WIB
journalist-avatar-top
SH
tidak_buka_jalur_pendaftaran_umum_srmp_2_medan_rekrut_siswa_dari_dtsen

Siswa SRMP 2 Medan sedang cek kesehatan gratis pada awal masuk sekolah rakyat di tahun 2025. (foto: susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Sistem penerimaan murid baru di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan berbeda dari sekolah pada umumnya. Tidak ada jalur pendaftaran, seluruh siswa direkrut berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

Kepala SRMP 2 Medan, Maragoti, mengatakan sekolah ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang masuk dalam kategori desil satu dan dua.

“Sekolah Rakyat tidak pernah membuka pendaftaran murid. Jadi murid itu setelah terdata berada di desil satu atau desil dua, mereka dipersilakan direkrut,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menjelaskan perekrutan dilakukan tim Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial yang turun langsung ke lapangan. Data tersebut kemudian diverifikasi, termasuk oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebelum ditetapkan oleh kepala daerah.

Kriteria utama selain kondisi ekonomi adalah anak putus sekolah atau rentan putus sekolah, meski siswa yang masih bersekolah tetap bisa dipertimbangkan untuk masuk sekolah rakyat.

Persetujuan orang tua juga menjadi syarat penting karena sistem pendidikan yang diterapkan berbasis asrama. “Karena banyak juga anak yang selama ini membantu orang tua di rumah atau bahkan membantu untuk menambah penghasilan,” katanya.

Untuk tahun ajaran 2026/2027, jumlah siswa yang akan diterima kemungkinan menurun dari sebelumnya, yakni sekitar 75 orang. Hal ini sejalan dengan rencana perpindahan ke lokasi permanen di kawasan Flamboyan pada Juni mendatang. Namun, ia managatakan terkait jumlah ini belum pasti karena pihaknya belum menerima surat edaran resmi.

Maragoti menyebut, keterbatasan fasilitas asrama menjadi pertimbangan utama. “Fokusnya sekarang pada penyediaan sekolah dan asrama dulu, fasilitas pendukung lainnya akan menyusul,” tuturnya.

Ia menambahkan siswa yang telah dinyatakan diterima tidak melalui tes akademik, melainkan menjalani pemeriksaan kesehatan serta talent mapping untuk melihat karakter dan potensi.

Sementara itu, Kasubag TU Sentra Bahagia Medan, Ade Zul, menyebut proses pendataan mulai berjalan sejak April, dan bekerja sama dengan BPS untuk melakukan verifikasi data.

Ia mengatakan sosialisasi dilakukan bersamaan dengan asesmen di lapangan dan pertemuan langsung dengan orang tua. “Karena memang kita turun ke lapangan, mengedukasi dan menjelaskan masyarakat agar paham tujuan sekolah rakyat ini, sesuai dengan arahan presiden untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Ade.

Sebelumnya, para orang tua juga sudah pernah diundang untuk sosialisasi edukasi, hal ini disebut penting karena pendidikan tidak bisa hanya dari sekolah saja.

“Jadi peran orang tua, support system, itu semua kita optimalkan. Jadi maksudnya kita berusaha semaksimal bisa kita lakukan ke masyarakat, ke orang tua siswa, ke keluarga siswa SR itu kita maksimalkan,” tuturnya.

Ade juga mengungkapkan sejauh ini belum ditemukan kendala berarti dalam proses perekrutan tahun ini, berbeda dengan awal program ketika masyarakat masih belum memahami konsep sekolah rakyat.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN