Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Kepsek SRMP 2 Medan Tekankan Peningkatan Kualitas dan Martabat Pendidik

Mistar.idKamis, 27 November 2025 14.51
EH
SH
kepsek_srmp_2_medan_tekankan_peningkatan_kualitas_dan_martabat_pendidik

Situasi pembelajaran di SRMP 2 Medan. (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan, Maragoti berharap perayaan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 dapat menjadi momentum peningkatan kualitas dan martabat pendidik.

“Dengan tema ‘Guru Hebat Indonesia Kuat’, harga diri guru ini harus lebih ditingkatkan lagi. Tapi bukan dari luar dulu, melainkan dari gurunya dulu,” ujarnya saat ditemui Mistar di sekolah Jalan Williem Iskandar, Kecamatan Medan Tembung itu, Kamis (27/11/2025).

Ia juga telah melakukan briefing dengan seluruh guru untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. “Tingkatkan kinerja, tingkatkan cara mengajar. Masuklah ke dunia mereka (para siswa),” katanya, menggambarkan perlunya pendekatan yang relevan dengan generasi sekarang.

Maragoti juga menyoroti miskonsepsi sebagian guru mengenai pembelajaran mendalam. Ia mengingatkan agar proses belajar tetap bermakna tanpa sekadar membuat siswa senang-senang saja.

“Kita juga ingatkan siswa bahwa kalau guru marah itu pasti ada penyebabnya. Kami ingin anak-anak ini sadar bahwa marah itu karena kami ingin mereka berhasil,” tutur Maragoti.

Ia meminta agar orang tua juga bekerja sama, termasuk tidak buru-buru melapor-laporkan guru atau bahkan memviralkan tanpa klarifikasi. “Lebih bagus di-cross-check ke kita dulu. Jangan sampai jadinya kita dimanfaatkan pihak ketiga atau bahkan masalahnya berlarut-larut,” ujarnya.

Maragoti berharap, para guru dan tenaga kependidikan dapat terus mengasah empati dan kemampuan pedagogis. “Anak-anak ini kan bisa kita bilang spesial. Mereka mungkin dulu terbiasa mencari uang, tiba-tiba di sini tak pegang duit, tak ada HP. Makanya guru dan tenaga kependidikan harus menghadirkan hati dan terus belajar,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengharapkan adanya pelatihan baik bagi para guru, wali asuh hingga wali asrama. Dengan latar belakang yang berbeda dan juga anak didik yang beragam, tentu cukup memberikan tantangan tersendiri bagi mereka.

“Mendidik manusia itu berbeda. Yang cocok untuk orang dewasa belum tentu cocok untuk anak. Pendekatan pedagogis itu yang harus ditingkatkan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Pembantu Kepala Sekolah (PKS) SRMP 2 Medan, Khairul Hasyim Haloho. Dalam momentum Hari Guru Nasional 2025, ia berharap pemerintah memberi perhatian lebih, terutama melalui pelatihan khusus bagi guru agar mampu menciptakan pembelajaran yang lebih menarik untuk anak-anak di SRMP 2.

Ia menyebutkan bahwa para guru di SRMP 2 menghadapi tantangan yang berbeda dibanding sekolah umum, khususnya karena sebagian besar siswa masih mengalami kesulitan dasar dalam membaca dan berhitung. “Untuk menyamakan mereka dengan jenjang pendidikan normal pada umumnya, sebagian anak memang belum bisa,” ujarnya.

Khairul menyebut sekitar 4 persen siswa masih belum mampu mengenali huruf dan angka dasar, sehingga guru harus memberikan pendampingan intensif.

Selama hampir tiga bulan terakhir, sekolah sudah menjalankan kelas membaca dan kelas berhitung yang dipandu guru serta mahasiswa PPL dari Universitas HKBP Nommensen dan USU. Program tersebut dilakukan setiap pagi sebelum pembelajaran reguler.

“Kami butuh dukungan pelatihan. Karena kami guru baru, dan ini pertama kali saya jadi guru sekolah. Dulu memang saya mengajar, tapi mengajar anak-anak bimbel yang memang minat belajarnya ada,” ucapnya.

Dalam memperingati HGN 2025, SRMP 2 Medan melaksanakan sejumlah perlombaan internal, di Gedung Sentra Bahagia, Jalan Willem Iskandar itu. Beberapa kegiatan yang digelar meliputi lomba futsal, paduan suara, dan beberapa permainan olahraga.

“Sekolah kita masih baru, tapi tetap kita buat perlombaan untuk memperingati Hari Guru Nasional dan semuanya bersemangat,” ujarnya. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN