Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Medan Dilanda Banjir, Siswa Belajar Daring

Mistar.idKamis, 27 November 2025 16.06
EH
SH
medan_dilanda_banjir_siswa_belajar_daring

Tangkapan layar kegiatan belajar mengajar via daring SMAN 1 Medan, karena cuaca tak kondusif (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Hujan deras yang terus mengguyur Kota Medan membuat sebagian wilayah di Kota Medan terendam banjir. Hal ini juga berdampak pada kegiatan belajar-mengajar (KBM) di sekolah-sekolah.

Kepala SMA Negeri 1 Medan, Elfi Sahara mengatakan bahwa demi menjaga keselamatan siswa dan guru, pihak sekolah memutuskan KBM dilaksanakan secara daring, mengingat hujan yang tak kunjung reda dan banjir yang semakin meninggi.

“Saya masih di sekolah. Ada siswa yang belum pulang, rumahnya terdampak banjir. Sepuluh orang lagi dan ada enam guru yang masih di sekolah,” katanya saat dikonfirmasi Mistar, Kamis (27/11/2025). Ia berharap agar hujan dapat mereda dan banjir mulai surut.

Sementara di SMA Negeri 2 Medan, situasi juga tak jauh berbeda. Sejak pagi, para siswa tetap hadir meski kondisi cuaca tidak bersahabat. Namun Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Naomi Damanik mengatakan bahwa para orang tua tampak gelisah. Mengingat di belakang sekolah ada sungai yang ditakutkan akan meluap.

Hal ini membuat mereka memilih menjemput anak-anak lebih awal. Sejak pukul 10.00 WIB, para orang tua sudah mulai berdatangan untuk menjemput.

Naomi juga menjelaskan bahwa para guru belum bisa meninggalkan lokasi sebelum memastikan seluruh siswa pulang dengan aman. “Ini sudah bubar, anak-anak sudah pada pulang. Kita guru memastikan mereka pulang dulu, baru kita boleh pulang semua,” ujarnya.

“Jadi, sekarang ini murid-murid sudah tinggal dua tiga orang lagi, karena tadi anak-anak hanya boleh pulang kalau dijemput. Kita tidak kasih izin mereka pulang sendiri, karena kita nggak tahu di luar seperti apa situasinya,” katanya lagi menambahkan.

Pihak sekolah, lanjutnya, telah mencatat jumlah siswa yang tidak hadir karena terdampak banjir. Hingga pukul 14.00 WIB, terdapat 104 siswa yang sejak pagi tidak bisa datang ke sekolah.

Hingga menjelang siang, SMA Negeri 2 Medan masih melaksanakan KBM seperti biasa. Pelajaran berlangsung hingga sekitar pukul 11.00 WIB sebelum akhirnya guru-guru mulai bersiap pulang seiring para siswa dijemput.

Menurut Naomi, belum ada instruksi resmi dari kepala sekolah mengenai peralihan ke pembelajaran daring. “Kita masih menunggu kondisi. Harapannya besok semuanya membaik, jadi bisa kembali ke pembelajaran normal,” tutur Naomi.

Kekhawatiran semakin besar karena pada 3 Desember mendatang sekolah akan memasuki masa ujian. Dengan cuaca ekstrem seperti ini, pihak sekolah khawatir kesehatan siswa terganggu, terutama jika mereka harus kehujanan berulang kali.

Selain siswa, beberapa guru juga tidak bisa hadir ke sekolah karena rumah mereka terendam banjir. Sementara guru lain yang tinggal di kawasan rawan banjir harus pulang lebih cepat setelah mendapat kabar bahwa akses jalan menuju rumah mulai tergenang.

Naomi berharap kondisi segera pulih, hujan mereda, dan KBM bisa kembali berjalan seperti biasa. “Kita berharapnya ini semua membaik. Semoga segeralah ini pulih semua negara kita ini,” ucapnya dengan nada penuh harap. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN