Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

SRMP 2 Medan Empat Bulan Berjalan: Fasilitas Lengkap dan Siswa Makin Mandiri

Mistar.idRabu, 26 November 2025 pukul 19.07 WIB
srmp_2_medan_empat_bulan_berjalan_fasilitas_lengkap_dan_siswa_makin_mandiri

Guru sedang menggunakan smartboard sebagai media ajarnya di kelas (foto:susan/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Memasuki usia empat bulan, Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan terus berupaya melengkapi fasilitas pembelajaran dan memantapkan sistem pendidikan asrama. Kepala SRMP 2 Medan, Maragoti, memastikan sejumlah sarana penting telah tiba dan sedang dalam tahap instalasi.

Salah satunya adalah smartboard yang akan digunakan di setiap kelas, yang baru diterima sepekan lalu. “Ini masih kita sosialisasikan ke guru-guru supaya tahu cara memanfaatkannya,” ujar Maragoti, saat ditemui di sekolah di Jalan Williem Iskandar No. 377, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (26/11/2025).

Sebanyak 100 laptop untuk siswa juga telah hadir dan tengah diinstal satu per satu. Dari delapan jenis seragam yang dijanjikan, empat seragam sudah dibagikan, yaitu putih biru, pramuka, serta dua jenis kaos. Fasilitas lain seperti buku perpustakaan, buku pendukung, dan peralatan laboratorium ditargetkan datang paling lambat Desember.

Maragoti memastikan ketersediaan guru sudah mencukupi. “Semua guru sudah lengkap, kecuali guru agama Islam dan Kristen yang masih diproses Kemenag. Insya Allah paling lama Desember hadir,” katanya menambahkan.

Ia menyebutkan bahwa kondisi siswa kini jauh membaik dibanding saat pertama masuk. Di awal, beberapa siswa kerap menangis, sakit, hingga mencoba kabur. Kini, mayoritas sudah nyaman. Orang tua pun melaporkan banyak perubahan positif, termasuk kemandirian, disiplin, dan kebiasaan ibadah tepat waktu.

Menurut Maragoti, konsistensi antara sekolah dan rumah penting agar pembiasaan berjalan. Salah satu tantangan besar adalah penggunaan gawai. “Di sini tak boleh HP. Di rumah, orang tua kadang kebablasan. Itu terus kita ingatkan agar sejalan disiplin di sekolah dan di rumah,” ujarnya.

Tantangan lain yang dihadapi sekolah adalah siswa dengan kondisi yang mengarah pada anak berkebutuhan khusus (ABK) dan seorang siswa berusia 17 tahun yang tidak sesuai dengan tingkat kelas yang dijalani. Saat ini, pihak sekolah menunggu arahan Kemensos terkait kelanjutan siswa tersebut, apakah tetap di SRMP atau dialihkan ke SLB, atau dipertimbangkan melalui Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) atau Kejar Paket B.

SRMP 2 Medan juga tengah menyiapkan sistem penilaian untuk ujian mendatang, termasuk penggabungan nilai akademik dan nilai keasramaan. “Kami sedang menyamakan persepsi dulu,” kata Maragoti.

Guru Teknik Informatika dan Komputer (TIK) SRMP 2 Medan, Khairul Hasyim Haloho, menilai perubahan perilaku siswa sangat signifikan. “Dari segi kedisiplinan, sangat jauh dibanding awal. Bulan pertama dan kedua, kami benar-benar diuji,” ujarnya.

Khairul mengatakan kegiatan seperti outing, pramuka, dan pelatihan bersama telah mempererat kedekatan guru dan siswa. Sekitar 95 dari 100 siswa kini dapat diarahkan dengan baik, meski masih ada beberapa yang membutuhkan perhatian khusus.

Ia juga berharap pembangunan sekolah rakyat baru segera direalisasikan, karena lokasi saat ini berdampingan dengan Sentra Bahagia, tempat tinggal penerima manfaat dengan latar belakang beragam. “Anak-anak masih dalam masa pertumbuhan. Segala macam tingkah laku bisa diikuti, baik atau buruk, dan khawatir bersinggungan,” tuturnya.

Khairul menekankan pentingnya wali asuh dan wali asrama membuat program terukur untuk mendampingi perubahan karakter siswa. Meski sempat ada siswa yang mencoba kabur karena alasan keluarga, kondisi kini mulai stabil. Dari total 100 siswa, terbagi 46 putri dan 54 laki-laki, hanya beberapa yang masih membutuhkan pendekatan khusus karena latar belakang keluarga kurang peduli terhadap pendidikan. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN