Thursday, July 9, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Kunjungi SRMP 1 Deli Serdang, Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat untuk Keluarga Kurang Mampu

Mistar.idSabtu, 31 Januari 2026 pukul 15.01 WIB
kunjungi_srmp_1_deli_serdang_mensos_tegaskan_sekolah_rakyat_untuk_keluarga_kurang_mampu

Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf saat berkunjung ke SRMP 1 Deli Serdang (Foto: Susan/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dihadirkan negara untuk menjangkau keluarga-keluarga kurang mampu yang selama ini belum terbawa dalam proses pembangunan atau yang oleh Presiden disebut sebagai the invisible people.

Hal tersebut disampaikan Mensos saat Dialog Kesejahteraan Sosial dan Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Deli Serdang, Sentra Insyaf, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (31/1/2026).

Saifullah menjelaskan, sasaran Sekolah Rakyat adalah keluarga miskin dan miskin ekstrem yang kerap tidak terlihat meskipun berada di sekitar masyarakat.

“Keluarga yang mungkin tidak kelihatan oleh kita meskipun di depan mata kita. Keluarga yang disayangi oleh Tuhan menurut agama, dan sebenarnya dititipkan kepada kita yang diberi rezeki cukup oleh Tuhan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata kepedulian negara sebagaimana tertulis pada Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.

Salah satu bentuk pelaksanaannya, kata dia, adalah melalui Sekolah Rakyat yang merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto.

“Ini adalah bagian dari titipan Tuhan dan juga titipan negara. Sekolah Rakyat dihadirkan untuk anak-anakku dari keluarga yang insya Allah nanti akan menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia di masa yang akan datang,” katanya.

Saifullah mengaku kerap terharu setiap kali mengunjungi Sekolah Rakyat. Ia menilai perubahan positif pada anak-anak didik sangat terasa dibandingkan enam bulan sebelum sekolah dimulai. Menurutnya, anak-anak Sekolah Rakyat kini menunjukkan semangat yang kuat untuk meraih mimpi dan masa depan mereka.

Ia juga menyoroti nilai kerukunan yang ditanamkan melalui pendidikan di Sekolah Rakyat. Penampilan seni yang ditunjukkan siswa dari latar belakang agama yang berbeda menjadi bukti nyata pendidikan toleransi yang dikembangkan.

“Yang tampil menari tadi ada yang Muslim, Katolik, dan Nasrani. Menari bersama di atas panggung. Ini adalah pendidikan kerukunan yang dikembangkan di Sekolah Rakyat,” ucapnya.

Saifullah menegaskan bahwa di lingkungan Sekolah Rakyat tidak boleh ada intoleransi, kekerasan fisik maupun seksual, serta perundungan. Anak-anak harus dididik untuk hidup rukun sebagai sesama manusia dan sesama warga Indonesia.

Ia berharap dengan rasa syukur dan kerja bersama, Sekolah Rakyat dapat terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan. Hingga pada akhirnya, Indonesia akan menjadi negara yang kuat, memiliki anak-anak yang tangguh, dan menjadi pemenang di masa yang akan datang.

Dalam kesempatan yang sama, Mensos juga menyerahkan santunan tali asih kepada ahli waris korban meninggal dunia akibat bencana yang melanda Pulau Sumatra.

Santunan tersebut diberikan sesuai arahan Presiden, di mana setiap korban meninggal maupun luka berat mendapatkan santunan dari pemerintah, di samping bantuan-bantuan lainnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN