Sekolah Rakyat di Asahan Mulai 2026, Buka Penerimaan Siswa SD–SMP Gratis Berasrama

Fasilitas sanggar kegiatan belajar di kompleks Dinas Pendidikan Asahan yang rencananya bakal dijadikan asrama Sekolah Rakyat. (Foto: Perdana/Mistar)
Asahan, MISTAR.ID
Sekolah Rakyat (SR) akan dibangun oleh pemerintah Indonesia untuk memperluas akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin di Asahan pada tahun 2026. Program ini juga akan segera membuka penerimaan siswa baru untuk jenjang SD dan SMP.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Asahan, Musa Al Bakri, mengatakan saat ini Pemkab Asahan telah mempersiapkan sarana perintis sementara untuk Sekolah Rakyat dengan memanfaatkan ruang dan fasilitas Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di lingkungan Dinas Pendidikan.
“Sekolah Rakyat ini kan konsepnya berasrama. Jadi petunjuk dari pusat memang rencananya tahun ini akan mulai penerimaan siswa baru untuk SD–SMP. Karena program ini dari Kementerian Sosial, petunjuknya harus ada dulu sarana perintis sekolahnya. Yang paling memungkinkan itu memakai fasilitas gedung di Dinas Pendidikan. Di sini sudah ada ruang kelas dan fasilitas kamar inap,” kata Musa Al Bakri, Rabu (21/1/2026).
Untuk mengejar penerimaan siswa baru pada Juli mendatang, Pemkab Asahan melalui Dinas Pendidikan tengah mempersiapkan dan melakukan renovasi terhadap kamar-kamar inap yang ada di lingkungan kantor Dinas Pendidikan Asahan agar dapat digunakan secara layak sebagai asrama Sekolah Rakyat.
“Jadi di sini sebagai perintis dulu, sambil menunggu persiapan pembangunan gedung di Kelurahan Mutiara seluas dua hektare dari Kementerian. Kita juga masih menunggu seperti apa teknisnya nanti,” kata Musa.
Dikatakan Musa, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berbasis asrama dari pemerintah di bawah Kementerian Sosial untuk anak-anak miskin dan miskin ekstrem. Program ini resmi diluncurkan Presiden Prabowo pada Januari 2026 untuk memutus rantai kemiskinan dengan menyediakan pendidikan formal (SD, SMP, SMA), fasilitas lengkap, pemenuhan gizi, dan pembentukan karakter, dengan target penambahan 100 sekolah dan 45.000 siswa baru pada 2026.
“Tentu harapannya, dengan adanya Sekolah Rakyat ini tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak mendapatkan pendidikan wajib dengan alasan kemiskinan, karena mereka yang bersekolah di Sekolah Rakyat nanti akan memperoleh fasilitas lengkap. Ini sesuai dengan harapan dan visi misi Pemkab Asahan di bidang pendidikan,” kata dia.
Sebelumnya, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kualitas pendidikan penduduk Kabupaten Asahan masih menjadi perhatian. Berdasarkan publikasi Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Asahan yang dirilis pada 24 Desember 2025, rata-rata anak-anak di daerah tersebut hanya lulus SMP.
Pada tahun 2025, angka rata-rata lama sekolah tercatat sebesar 9,06 tahun. Artinya, secara umum penduduk Asahan baru mampu menempuh pendidikan hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas III.
Rendahnya rata-rata lama sekolah di Kabupaten Asahan mengindikasikan masih tingginya angka putus sekolah serta keterbatasan akses pendidikan, baik akibat faktor sarana maupun kondisi ekonomi masyarakat.
PREVIOUS ARTICLE
Resmi Definitif, Kepala SMAN 9 Medan Fokus Benahi Sekolah





















