Resmi Definitif, Kepala SMAN 9 Medan Fokus Benahi Sekolah

Kepala SMA Negeri 9 Medan, Elfrida Manurung (Foto: Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID
Kepala SMA Negeri 9 Medan, Elfrida Manurung, resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut), Senin (19/1/2026) lalu.
Pengangkatan ini menjadikan Elfrida resmi sebagai kepala sekolah definitif, bukan lagi berstatus pelaksana tugas (Plt). Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara tanggung jawab, tugas Plt dan kepala sekolah sejatinya sama.
“Rasanya namanya sudah definitif ya. Tidak ada embel-embel PLT-nya, sudah kepala sekolah. Jadi, kita sepertinya sudah di posisi yang memang total pengambil keputusan,” katanya kepada Mistar, Rabu (21/1/2026).
Elfrida sebelumnya menjabat sebagai Plt Kepala SMA Negeri 9 Medan, sebelumnya ia juga pernah mengajar di SMA Negeri 12. Ia mengaku mulai menjalani profesi sebagai guru terhitung sejak tahun 2000 di SMA Santa Maria Pekanbaru. Ia kemudian lolos PNS pada 2006 dan bertugas di Serdang Bedagai.
Setelah resmi menjabat, Elfrida menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam membenahi sekolah, baik dari sisi struktural, fisik, maupun nonfisik. Ke depan, ia berharap dapat menjadi kepala sekolah yang inovatif dengan peran utama membenahi siswa.
Ia juga menyoroti pentingnya kebebasan berekspresi bagi kepala sekolah agar dapat lebih kreatif dan aktif dalam memajukan sekolah. Salah satu fokus utamanya dalam waktu dekat adalah mempersiapkan siswa yang akan mengikuti jalur masuk perguruan tinggi melalui jalur undangan.
“Bagaimana kita mempersiapkan mereka agar dapat memasuki perguruan tinggi sesuai dengan keinginan mereka dan kemampuan mereka,” ucapnya.
Elfrida menyebutkan, dalam dua bulan ke depan, perhatian sekolah akan difokuskan pada penerimaan mahasiswa baru. Pihak sekolah akan memfasilitasi siswa dengan pembekalan agar mampu masuk ke universitas yang sesuai dengan impian mereka.
Sementara dari sisi sarana dan prasarana, Elfrida mengungkapkan bahwa kondisi geografis sekolah yang berada di kawasan pesisir kerap menimbulkan persoalan banjir, terutama saat hujan dan pasang rob. Beberapa bangunan sekolah sebelumnya sering terdampak genangan air.
Namun demikian, ia menyampaikan bahwa pada 2025, sekolahnya yang beralamat di Jalan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan itu telah menerima bantuan revitalisasi.
“Puji Tuhan, tahun lalu 2025 kami dapat revitalisasi dari Bapak Presiden Prabowo. Kami sudah merehabilitasi sembilan bangunan,” tuturnya.
Rehabilitasi tersebut menghadirkan ruang belajar baru yang lebih layak dan nyaman bagi siswa. Elfrida berharap pada tahun 2026, sekolahnya kembali mendapat bantuan revitalisasi lanjutan untuk membenahi ruang-ruang kelas lain yang masih rawan banjir dan belum layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. (hm20)
PREVIOUS ARTICLE
Pendaftaran TKA SD dan SMP Dibuka Hingga 28 Februari 2026





















