Studi Cornell University Ungkap Persahabatan Kuat Bisa Perlambat Penuaan Biologis

Ilustrasi persahabatan. (foto: pexels.com/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Memiliki hubungan pertemanan yang dekat ternyata tidak hanya memberikan kebahagiaan dan dukungan emosional. Sebuah penelitian menunjukkan, hubungan sosial yang berkualitas dan terjaga dalam jangka panjang juga berkaitan dengan proses penuaan biologis yang lebih lambat.
Penelitian yang dilakukan para ilmuwan dari Cornell University menemukan adanya hubungan antara kualitas kehidupan sosial seseorang dengan usia biologisnya. Mereka yang memiliki hubungan sosial yang kuat sepanjang hidup cenderung menunjukkan tanda-tanda biologis yang lebih muda dibandingkan usia kronologisnya.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kehidupan sosial yang sehat berpotensi memberikan manfaat terhadap kesehatan secara keseluruhan, bahkan dapat berkontribusi pada umur yang lebih panjang.
Dalam penelitian ini, para peneliti menggunakan konsep cumulative social advantage atau keuntungan sosial kumulatif. Konsep tersebut merujuk pada akumulasi kualitas hubungan sosial yang dibangun seseorang sejak masa kanak-kanak hingga memasuki usia dewasa.
Profesor Psikologi Cornell University, Anthony Ong, menjelaskan bahwa manfaat sosial tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya orang yang dikenal atau jumlah teman yang dimiliki.
Dikutip dari Real Simple, penelitian tersebut mempertimbangkan sejumlah aspek dalam kehidupan sosial seseorang. Di antaranya adalah kehangatan dan dukungan orang tua saat kecil, hubungan dengan lingkungan tempat tinggal, keterlibatan dalam komunitas keagamaan maupun sosial, serta dukungan emosional yang diperoleh dari keluarga dan sahabat.
Menurut Ong, berbagai bentuk hubungan tersebut dapat saling memperkuat dan menjadi bagian dari fondasi kesehatan seseorang dalam jangka panjang.
Salah satu temuan menarik dalam penelitian tersebut berkaitan dengan jam epigenetik. Para peneliti menemukan bahwa individu dengan kehidupan sosial yang lebih baik cenderung memiliki tanda-tanda penuaan epigenetik yang berlangsung lebih lambat.
Jam epigenetik merupakan salah satu indikator yang digunakan ilmuwan untuk memperkirakan usia biologis seseorang berdasarkan perubahan tertentu pada tingkat sel. Ketika proses tersebut berlangsung lebih lambat, usia biologis seseorang dapat terlihat lebih muda dibandingkan usia sebenarnya.
Hubungan sosial yang sehat juga dikaitkan dengan sejumlah proses biologis lain di dalam tubuh, termasuk sistem peradangan, hormon, dan fungsi saraf.
Dukungan sosial yang kuat disebut berkaitan dengan tingkat peradangan yang lebih rendah serta risiko sejumlah gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung dan penyakit neurodegeneratif.
Berbeda dengan penelitian yang hanya melihat satu jenis hubungan, misalnya status pernikahan, studi ini mencoba melihat pengalaman sosial seseorang secara lebih menyeluruh. Para peneliti menilai bagaimana hubungan yang terbentuk sejak masa kanak-kanak dapat terus memberikan pengaruh ketika seseorang memasuki tahap kehidupan berikutnya.
Ong menekankan bahwa manfaat tersebut bukan berarti hanya ditentukan oleh keberadaan seorang sahabat. Faktor yang lebih penting adalah akumulasi hubungan yang sehat, bermakna, dan terus dipelihara dalam perjalanan hidup.
Karena itu, memiliki banyak teman belum tentu memberikan manfaat yang sama jika hubungan tersebut tidak memiliki kedekatan atau dukungan emosional. Sebaliknya, hubungan yang dilandasi rasa percaya, kepedulian, dan dukungan timbal balik dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesejahteraan seseorang.
Ong mengibaratkan hubungan sosial seperti menyiapkan dana pensiun. Semakin awal seseorang membangun hubungan yang sehat dan semakin konsisten hubungan tersebut dirawat, semakin besar kemungkinan manfaatnya dirasakan di kemudian hari.
Temuan ini menambah bukti mengenai pentingnya kehidupan sosial bagi kesehatan manusia. Menjaga kedekatan dengan keluarga, sahabat, serta komunitas tidak hanya dapat membantu memenuhi kebutuhan emosional, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik dan proses penuaan biologis.
PREVIOUS ARTICLE
Topan, Siklon, Hurricane: Mengapa Badai Punya Banyak Nama?











