Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Studi Ungkap Danau di Pulau Pasir Terbesar Dunia Pernah Mengering 7.500 Tahun Lalu

Mistar.idJumat, 6 Maret 2026 06.00
EH
studi_ungkap_danau_di_pulau_pasir_terbesar_dunia_pernah_mengering_7500_tahun_lalu

Danau-danau air tawar di K'gari. (Foto: Shutterstock)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Danau-danau air tawar di K'gari, pulau pasir terbesar di dunia yang terletak di lepas pantai Queensland, Australia, selama ini dikenal memiliki air yang jernih dan kondisi yang relatif stabil.

Studi terbaru mengungkap fakta mengejutkan, sekitar 7.500 tahun lalu beberapa danau terdalam di pulau tersebut sempat mengering sepenuhnya. Padahal, pada periode itu kondisi iklim justru lebih basah dibandingkan saat ini.

Dilansir dari ScienceDaily, Jumat (6/3/2026), temuan ini membuat para peneliti kembali mempertanyakan hubungan langsung antara curah hujan dan keberadaan air di danau-danau tersebut.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa sekitar 7.500 tahun lalu, pada periode dengan curah hujan yang lebih tinggi dan jauh setelah berakhirnya Zaman Es terakhir, beberapa danau terdalam di K'gari benar-benar kering,” kata Associate Professor John Tibby dari University of Adelaide yang memimpin penelitian tersebut.

Untuk menelusuri fenomena itu, tim ilmuwan menganalisis inti sedimen yang diambil dari dasar danau. Lapisan sedimen berfungsi seperti arsip alami yang menyimpan catatan perubahan lingkungan dari waktu ke waktu.

Para peneliti menemukan adanya bagian yang hilang dalam rekaman sedimen pada periode sekitar 7.500 hingga 5.500 tahun lalu.

Ketiadaan lapisan tersebut menunjukkan bahwa pada masa itu tidak ada air yang mengendapkan material di dasar danau, sehingga mengindikasikan danau dalam kondisi kering.

Menariknya, periode tersebut bukan merupakan masa kekeringan ekstrem. Secara umum, wilayah tersebut justru mengalami tingkat curah hujan yang cukup tinggi. Hal ini mengisyaratkan adanya faktor lain yang memengaruhi kondisi danau.

Para peneliti menduga perubahan pola angin regional menjadi salah satu penyebab utama. Pergeseran arah maupun kekuatan angin dapat memengaruhi distribusi hujan, sehingga meskipun total curah hujan tinggi, tidak semua wilayah memperoleh suplai air yang sama.

Dalam ekosistem pulau pasir seperti K'gari, keseimbangan antara curah hujan, infiltrasi air tanah, dan proses penguapan sangat sensitif terhadap perubahan kecil pada sistem iklim.

Studi ini menunjukkan bahwa kondisi danau tidak hanya bergantung pada jumlah hujan yang turun, tetapi juga pada bagaimana air tersebut tersebar dan tersimpan di lingkungan sekitarnya. Temuan tersebut dinilai relevan dengan situasi perubahan iklim saat ini, di mana pola angin dan curah hujan global diperkirakan akan terus mengalami perubahan.

Jika pada masa lalu danau bisa mengering meskipun iklim sedang basah, para ilmuwan menilai kemungkinan tekanan serupa terhadap sistem danau dapat kembali terjadi di masa mendatang.

Bagi para peneliti, sedimen purba di dasar danau bukan sekadar endapan lumpur, melainkan catatan penting untuk memahami respons Bumi terhadap perubahan iklim dalam jangka panjang. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN