Bukan Kera, Gurita Diprediksi Bisa Menguasai Bumi Jika Manusia Punah

Ilustrasi gurita. (foto: Freepik/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Seorang profesor dari University of Oxford memperkirakan spesies yang berpotensi menjadi penguasa Bumi apabila manusia suatu saat punah. Menariknya, bukan primata seperti kera atau simpanse yang diprediksi menggantikan peran manusia, melainkan makhluk laut: gurita.
Ahli biologi dari Oxford, Tim Coulson, menilai primata memiliki sejumlah keterbatasan untuk menjadi spesies dominan di Bumi. Meski memiliki kemiripan dengan manusia, seperti jempol yang memungkinkan penggunaan alat, primata dinilai terlalu bergantung pada jaringan sosial yang kuat dalam berburu, merawat diri, maupun mempertahankan kelompok.
Ketergantungan tersebut membuat primata dinilai kurang fleksibel untuk beradaptasi jika terjadi perubahan lingkungan yang ekstrem. Selain itu, jumlah populasi primata relatif sedikit, tingkat reproduksinya rendah, dan habitatnya terbatas pada wilayah tertentu.
Coulson juga menilai burung memiliki keunggulan karena mampu hidup di hampir seluruh wilayah Bumi. Burung dikenal cerdas dan mampu membangun ikatan sosial yang kuat dalam kelompoknya. Namun, keterbatasan kemampuan motorik membuat burung sulit mengembangkan teknologi atau membangun peradaban kompleks.
Baca Juga: Palung Jawa Tempat Gurita Terdalam Di Dunia
Sementara itu, serangga dikenal mampu membangun struktur yang rumit secara kolektif, seperti sarang atau koloni dengan sistem kerja sama yang terorganisasi. Akan tetapi, kemampuan tersebut lebih dipengaruhi oleh faktor genetika dibandingkan kecerdasan individual.
Karena itu, Coulson menilai gurita memiliki potensi paling besar. Hewan laut ini diketahui memiliki kecerdasan tinggi, mampu memecahkan masalah kompleks, serta dapat berkomunikasi melalui perubahan warna tubuh.
Selain itu, gurita juga mampu memanipulasi objek dengan tentakelnya dan memiliki kemampuan kamuflase yang sangat baik untuk menyembunyikan diri dari lingkungan sekitar.
“Hal ini menunjukkan bahwa dalam kondisi lingkungan yang tepat, gurita berpotensi berevolusi menjadi spesies yang mampu membangun peradaban setelah manusia,” kata Coulson.
Keunikan lain dari gurita terletak pada sistem sarafnya. Berbeda dengan kebanyakan hewan, sistem saraf gurita tidak sepenuhnya terpusat di otak. Sekitar dua pertiga neuron mereka justru berada di lengan, sehingga setiap tentakel dapat bergerak secara semi-independen.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Scientific Reports pada 2022 juga menunjukkan bahwa gurita mampu menggunakan alat, menyelesaikan tugas bertahap, serta menavigasi lingkungan baru.
Dalam beberapa pengamatan, bahkan ditemukan gurita yang mampu keluar dari tangki pada malam hari dan menjelajah ke tempat lain sebelum kembali ke habitatnya. Temuan ini semakin memperkuat anggapan bahwa gurita merupakan salah satu hewan paling cerdas di laut.
PREVIOUS ARTICLE
Air Tertua di Dunia Ditemukan, Namun Tidak Bisa DiminumBERITA TERPOPULER





















