Air Tertua di Dunia Ditemukan, Namun Tidak Bisa Diminum

Ilustrasi: (foto: Freepik/Mistar)
Jakarta, MISTAR.ID
Para ilmuwan menemukan salah satu air tertua di dunia yang tersimpan jauh di bawah permukaan bumi di Ontario, Kanada. Air tersebut diperkirakan terbentuk pada kondisi atmosfer purba dan telah terisolasi selama miliaran tahun.
Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menganalisis kandungan xenon serta gas mulia lainnya. Gas-gas ini memiliki sifat inert secara kimia sehingga tidak mudah bereaksi dengan unsur lain. Karena karakteristik tersebut, gas mulia dapat menjadi penanda yang akurat untuk menelusuri usia dan asal-usul air.
Ahli geologi dari Universitas Toronto, Barbara Sherwood Lollar, mengatakan tim peneliti menggunakan isotop air serta gas mulia untuk mengetahui apakah air tersebut pernah bercampur dengan air modern.
“Dengan menggunakan isotop air dan gas mulia secara kuantitatif, kami dapat mengetahui apakah air tersebut memiliki komponen dari siklus air modern. Hasilnya menunjukkan tidak ada sama sekali, yang berarti air ini benar-benar terisolasi,” ujarnya dikutip dari IFL Science, Kamis (5/3/2026).
Berdasarkan penelitian awal, air tersebut diperkirakan berusia sekitar 1,5 miliar tahun. Namun para peneliti menduga usianya bisa lebih tua karena mengandung gas yang berasal dari batuan dan sedimen yang berumur lebih dari 2,6 miliar tahun.
Temuan ini menunjukkan air tersebut telah terperangkap jauh di bawah tanah selama miliaran tahun tanpa berinteraksi dengan atmosfer. Kondisinya kemungkinan juga minim oksigen dan hampir tidak mendukung kehidupan organisme.
Meski menarik dari sisi ilmiah, air tersebut ternyata tidak layak untuk diminum. Lollar sendiri menegaskan bahwa ia tidak pernah mencoba meminumnya.
Menurutnya, rasa air tersebut sangat pahit dan asin. Ia bahkan bisa merasakan karakter rasa tersebut hanya dari percikan air yang mengenai wajahnya saat proses penelitian berlangsung.
“Cerita bahwa saya meminum air itu adalah rekayasa media. Saya tidak meminumnya dan tidak akan melakukannya,” katanya.
Ia menambahkan, dalam beberapa lokasi penelitian, air terlihat mengalir dan mengeluarkan gelembung sehingga percikannya bisa mengenai peneliti. Dari situlah ia dapat merasakan betapa pahit dan asinnya air tersebut.
Penemuan air purba ini menjadi salah satu temuan penting bagi para ilmuwan untuk memahami sejarah bumi dan kondisi lingkungan pada masa lalu.
PREVIOUS ARTICLE
Spesies Ngengat Baru dari Indonesia Bernama SutrisnoBERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























