Indonesia Peringkat 119 Negara Paling Stres di Dunia, Ini Daftar 10 Teratas

Ilustrasi. (foto: istimewa/mistar)
Jakarta, MISTAR.ID - Tingkat stres penduduk di setiap negara dapat dipengaruhi oleh beragam faktor, mulai dari tekanan ekonomi hingga kondisi sosial dan kesehatan. Laporan Global Emotion Report 2025 yang dirilis CEOWorld memuat pemeringkatan negara berdasarkan sejumlah indikator kesejahteraan tersebut.
Dalam laporan itu, sebanyak 197 negara dianalisis dengan mempertimbangkan empat aspek, yakni kesejahteraan pekerjaan, finansial, sosial, dan kesehatan.
Hasil pemeringkatan menunjukkan Burundi menempati posisi pertama sebagai negara dengan tingkat stres tertinggi. Berikutnya ada Sudan Selatan dan Afghanistan, disusul Suriah serta Malawi.
CEOWorld menyebut Burundi sebagai negara dengan kondisi paling menegangkan, diikuti Sudan Selatan, Afghanistan, Suriah, dan Malawi.
Berikut 10 negara dengan tingkat stres tertinggi berdasarkan laporan tahun 2025:
Burundi — skor 26,31
Sudan Selatan — skor 26,78
Afghanistan — skor 27,49
Suriah — skor 27,69
Malawi — skor 28,28
Yaman — skor 28,82
Republik Afrika Tengah — skor 29,19
Madagaskar — skor 29,35
Korea Utara — skor 29,59
Sudan — skor 29,94
Posisi Indonesia
Dalam daftar yang mencakup 197 negara tersebut, Indonesia berada di urutan ke-119 dengan skor total 51,64. Dengan posisi itu, Indonesia tidak termasuk dalam kelompok 10 negara dengan tingkat stres tertinggi.
Jika dilihat berdasarkan masing-masing indikator, Indonesia memperoleh skor 65,18 untuk kesejahteraan pekerjaan dan 53,35 untuk kesejahteraan finansial. Sementara itu, skor kesejahteraan sosial tercatat sebesar 42,94 dan kesehatan sebesar 45,12.
Perbedaan kondisi di setiap negara dapat memengaruhi sumber tekanan yang dialami masyarakat. Di wilayah yang menghadapi konflik atau ketidakstabilan, stres dapat berkaitan dengan ancaman keamanan dan situasi kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, di negara dengan perekonomian yang lebih maju, tekanan bisa muncul dari tuntutan pekerjaan maupun persoalan lain dalam kehidupan modern.
Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa lebih dari sepertiga responden mengaku mengalami tingkat stres yang tinggi.
Meski demikian, hasil pemeringkatan ini menggambarkan kondisi yang dinilai pada 2025. Tingkat stres dan kesejahteraan penduduk dapat berubah seiring perkembangan situasi ekonomi, sosial, kesehatan, serta kondisi keamanan di masing-masing negara.
PREVIOUS ARTICLE
Mahasiswa FK USU Sabet Juara 3 dalam Kompetisi Parasitologi Internasional di Malaysia




































