Thursday, October 29, 2026
home_banner_first
BUDAYA

JBAF ke-13 Angkat Krisis Air Bersih Lewat Seni dan Refleksi Sejarah

Mistar.idKamis, 29 Oktober 2026 pukul 20.24 WIB
jbaf_ke13_angkat_krisis_air_bersih_lewat_seni_dan_refleksi_sejarah

Kegiatan JBAF ke-13 di Taman Budaya Medan. (foto: Panitia JBAF/Mistar)

Medan, MISTAR.ID - Jong Batak’s Arts Festival (JBAF) ke-13 resmi dibuka pada Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, dengan mengusung tema “Air: Muara Ingatan”. Festival ini menggabungkan nilai sejarah kebangsaan dengan isu krisis lingkungan, khususnya akses air bersih.

Direktur Festival, Audrin Manurung, mengatakan JBAF ke-13 menjadi wadah ekspresi seni untuk menyuarakan keresahan masyarakat terkait sulitnya memperoleh air bersih.

“Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, kegiatan ini juga harapannya bisa mengajak masyarakat khususnya anak-anak muda untuk lebih peduli tentang lingkungan, khususnya air, dan menjaga kebudayaan tetap lestari,” katanya kepada Mistar, Kamis (29/10/2026).

Sementara itu, Kurator Festival, Bob A. Sitorus, mengatakan kerangka kuratorial karya-karya yang ditampilkan menjadi muara untuk mempertemukan narasi, identitas, dan sejarah.

Pembukaan JBAF ke-13 diawali dengan pertunjukan tari ekspresif bertajuk “Bunyi Beriak dalam Pusaran”. Kegiatan dilanjutkan dengan tur pameran yang memandu pengunjung menjelajahi dua area utama, yakni Ruang Desir sebagai ruang pameran dan Ngarai sebagai area instalasi seni.

Selain pertunjukan dan pameran, festival ini juga menghadirkan Diskusi Publik Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda bertema “Dalam Arus Sumpah Pemuda: Kesalingterhubungan Praktik Seni dan Aktivisme”.

Diskusi tersebut menghadirkan empat narasumber, yakni Jhon Fawer Siahaan, Eka Dalanta, Yudha Pohan, dan Ali Ridho Pane. Mereka membahas peran seniman dan aktivis dalam merespons berbagai tantangan zaman.

Pada hari pertama, JBAF ke-13 juga menggelar pemutaran dua film kurasi, yakni Tales of Belonging: To the Last Place on Earth dan Matawai, yang memantik ruang dialog mengenai identitas serta hubungan manusia dengan ruang hidupnya.

Audrin menyebutkan JBAF ke-13 diselenggarakan di Taman Budaya Kota Medan, terbuka untuk umum, dan dijadwalkan berlangsung selama empat hari hingga Sabtu (31/10/2026). (*)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN