Rico Waas Ajak Generasi Muda Lestarikan Ulos di Medan Fashion & Culture Festival 2026

Pelaksanaan Medan Fashion & Culture Festival 2026 di Main Atrium Sun Plaza. (foto:Susan/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (17/10/2026) – Wali Kota Medan, Rico Waas, mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk mencintai dan melestarikan ulos sebagai warisan budaya yang memiliki sejarah serta filosofi mendalam. Ajakan itu disampaikannya dalam ajang Medan Fashion & Culture Festival 2026 di Main Atrium Sun Plaza, Medan, pada Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, upaya pelestarian ulos perlu dilakukan dengan membiasakan penggunaan kain tenun lokal serta mengembangkan produk kreatif yang relevan dengan perkembangan zaman. Ia bahkan mengajak generasi muda untuk menggunakan ulos, baik dalam bentuk pakaian maupun produk kreatif lainnya.
“Pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan melakukan pembinaan terhadap para desainer dan perajin, tetapi juga merangkul semua elemen pendukung, mulai dari pelaku usaha, penjual, hingga aspek promosi agar produk budaya semakin dikenal dan berdaya saing,” katanya.
Ulos, kata dia, memiliki makna mendalam bagi kehidupan masyarakat, termasuk dalam sejumlah peristiwa penting seperti kelahiran, pernikahan, maupun momen-momen penting lainnya. Oleh karena itu, pemahaman dan kepedulian terhadap sejarah ulos dinilai penting dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap warisan leluhur.
Perayaan Hari Ulos juga diharapkannya menjadi momentum yang dapat memperluas promosi budaya hingga ke tingkat internasional.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Medan, Ny. Airin Rico Waas, mengatakan bahwa ajang tersebut menjadi wadah untuk menampilkan hasil karya dan potensi serta menjalin kolaborasi antara desainer, model, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ia juga mengapresiasi Sun Plaza yang memberikan ruang kolaborasi untuk menampilkan karya-karya lokal, seperti tas buatan perajin lokal, busana, hingga produk kreatif lainnya hasil karya perempuan dan pelaku usaha setempat. Perpaduan tradisi dan modernitas, sebutnya, menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat diolah secara kreatif tanpa menghilangkan identitas aslinya.
“Kota Medan punya kekayaan budaya yang terbentuk dari pertemuan berbagai etnis dan tradisi. Potensi ini harus terus diperkenalkan lewat wastra, kerajinan, produk UMKM, dan karya kreatif. Fashion juga berbicara tentang warisan budaya dan nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujarnya.
Namun, ia mengingatkan bahwa setiap inovasi harus tetap mempertahankan filosofi dan nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa. Festival yang diselenggarakan melalui kolaborasi Pemkot Medan, Dinas Pariwisata, serta desainer dan pegiat ulos seperti Torang Sitorus dan Edward Hutabarat ini juga diharapkannya menjadi wadah sekaligus penyemangat bagi para perajin maupun pelaku industri kreatif untuk terus berkarya, berinovasi, dan berdaya saing global.
Marketing Communication Manager Sun Plaza, Diniasih Nasution, menambahkan bahwa pusat perbelanjaan ini berkomitmen untuk turut berperan aktif sebagai wadah bagi budaya lokal agar terus hidup, dikenal, dan diapresiasi oleh lintas generasi, khususnya kaum muda. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Del FM Hidupkan Cerita dan Budaya Batak Lewat Marturi-turian, Diskusi Budaya, dan Musik













































