Del FM Hidupkan Cerita dan Budaya Batak Lewat Marturi-turian, Diskusi Budaya, dan Musik

Grand Final Lomba Marturi-turian pada Story Fest 2026 - Merayakan Budaya & Cerita Batak yang digelar Del FM di Kompleks Tugu D.I. Pandjaitan, Balige, Kabupaten Toba, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Istimewa)
Balige, MISTAR.ID - Tradisi bertutur cerita Batak mendapat sentuhan baru melalui penggunaan alat peraga, properti, dan aksi teatrikal yang membuat cerita lebih hidup di atas panggung. Inovasi ini hadir dalam Grand Final Lomba Marturi-turian pada Story Fest 2026 - Merayakan Budaya & Cerita Batak yang digelar Del FM di Kompleks Tugu D.I. Pandjaitan, Balige, Kabupaten Toba, Sabtu (10/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-8 Del FM sekaligus upaya mendekatkan warisan budaya Batak kepada generasi muda melalui pendekatan yang kreatif dan relevan.
Story Fest berangkat dari tradisi bercerita yang telah lama hidup dalam keluarga Batak. Kisah-kisah legenda yang dituturkan orang tua kepada anak-anak bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana menyampaikan nilai kehidupan, nasihat, dan pelajaran moral. Tradisi ini dikenal sebagai Marturi-turian, yang kemudian menjadi fokus utama dalam rangkaian Story Fest 2026.
Melalui Lomba Marturi-turian, Del FM ingin menghadirkan kembali tradisi bertutur dalam bentuk yang menarik bagi generasi muda. Berbeda dari lomba bertutur pada umumnya, para finalis mengembangkan cerita Batak melalui penggunaan alat peraga, properti, ekspresi, dan aksi teatrikal. Pendekatan ini menjadikan cerita tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga divisualisasikan sebagai pertunjukan yang lebih ekspresif.
Grand Final Lomba Marturi-turian diikuti lima sekolah tingkat SMA/SMK se-Kabupaten Toba, yakni SMA Unggul Del, SMA Negeri 1 Siantar Narumonda, SMA Negeri 1 Silaen, SMA Negeri 1 Uluan, dan SMK Negeri 1 Laguboti. Vania Sitinjak dari SMA Negeri 1 Siantar Narumonda berhasil meraih juara dengan membawakan cerita berjudul Si Mardan.
Selain pertunjukan, Story Fest 2026 menghadirkan diskusi budaya yang mengajak generasi muda mengenal lebih dalam makna dan filosofi budaya Batak. Materi diskusi meliputi penggunaan ulos, makna tarian tortor, serta aksara Batak. Kegiatan ini menghadirkan Corry Panjaitan dan Harapan Sibarani sebagai pengajar yang memberikan ruang bagi peserta untuk memahami budaya Batak, tidak hanya sebagai warisan visual dan pertunjukan, tetapi juga sebagai identitas yang sarat nilai dan makna.
Rangkaian acara turut dimeriahkan oleh HITS KITA AWARD 2026, sebuah bentuk apresiasi bagi musisi muda Batak yang mendedikasikan karya lagu mereka dengan mengangkat bahasa Batak. Penghargaan ini ditentukan berdasarkan jumlah suara terbanyak dari Teman Del melalui pemungutan suara yang direkap selama satu tahun.
Pada HITS KITA AWARD 2026, Henry Manullang meraih Vote Top 1, disusul Yustri & Friska sebagai Vote Top 2, serta Seni Situmorang sebagai Vote Top 3. Apresiasi ini menjadi bentuk dukungan Del FM terhadap musisi muda yang terus berkarya sekaligus mendorong penggunaan bahasa Batak agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan musik masa kini.
Penampilan Marsada Band menjadi salah satu hiburan yang dinantikan pengunjung. Pemilihan Marsada Band sejalan dengan semangat Story Fest 2026 karena band ini konsisten mengangkat musik etnik Batak dalam karya-karyanya. Kehadiran mereka memperkuat pesan bahwa budaya dan cerita Batak dapat terus dirayakan melalui beragam medium seni, termasuk musik yang menjangkau lintas generasi.
Kemeriahan acara juga diisi oleh penampilan Henry Manullang, Yustri & Friska, Seni Situmorang, serta berbagai pertunjukan musik dan tari dari para pelajar. Penampilan tersebut meliputi tortor dari SMK Negeri 1 Laguboti, Tortor Mossak dari SMA Negeri 1 Silaen, vokal solo Michael Rajagukguk dari SMA Negeri 1 Siantar Narumonda, Uluan Band dari SMA Negeri 1 Uluan, serta drama monolog oleh Jordan dari SMA Unggul Del.
Story Fest 2026 turut melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, yakni Pizza Babi Tarutung, Chika Cake & Bakery, dan Kopi Partungkoan. Keterlibatan pelaku usaha ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang promosi bagi produk lokal sekaligus mempertemukan komunitas dan masyarakat dalam satu perayaan budaya.
Penyelenggaraan Story Fest 2026 didukung oleh berbagai pihak, yakni Yayasan Del, Toba Sejahtra, Toba Pengembang Sejahtra, Sopo Del, BPODT (Badan Pelaksana Otorita Danau Toba), Perum Jasa Tirta I, Bajradaya Sentranusa, Labersa Hotel & Convention Center, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, serta Ramos Ponsel.
Dukungan juga datang dari Cabdisdik Wilayah VIII Provsu, BNI, Inalum, Citilink, Toko Atap Laguboti, CV Enzo, Gadai Mas, EM Music Production, Tama Records, Tepi Danau Bistro, Sapadia Villa Balige, JNE, Yayasan Raja Toga Laut Pardede, Pizza Babi Tarutung, Chika Cake & Bakery, Batak Center, dan Kopi Partungkoan. Sementara itu, publikasi kegiatan turut didukung oleh RRI Medan, Harian SIB, dan Harian Mistar sebagai media partner.
Melalui Story Fest 2026, Del FM menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempelajari, dan mengekspresikan budaya Batak dengan cara yang lebih kreatif. Dengan menjadikan Marturi-turian sebagai fokus utama serta memadukannya dengan diskusi budaya, pertunjukan seni, apresiasi musik, dan keterlibatan UMKM, Del FM berharap tradisi bercerita dan warisan budaya Batak terus hidup, diwariskan, serta relevan bagi generasi berikutnya. (*)
PREVIOUS ARTICLE
Revitalisasi 200 Museum dan Aset Budaya Dikebut pada 2026


























































