Dokumen Pembangunan Sekolah Rakyat di Toba Sudah Lengkap

Kepala Dinas PUTR Toba, Gumianto Simangunsong. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID - Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Toba memastikan seluruh dokumen untuk pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Toba telah diserahkan kepada Kepala Satuan Kerja (Kasatker) di Medan, Sumatera Utara. Hal ini dikatakan Kepala Dinas PUTR Toba, Gumianto Simangunsong.
Dijelaskannya koordinasi terkait pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Uluan telah dilakukan bersama Kasatker di Medan. Dokumen yang diperlukan juga telah diserahkan kepada pihak tersebut.
"Memang sempat ada perbaikan dokumen KPPR dan sudah kita perbarui serta tidak membutuhkan waktu cukup lama, dokumen tersebut sudah diserahkan pada 27 September kepada pihak Kasatker. Jadi, untuk dokumen seluruhnya tidak ada masalah lagi," ujar Gumianto, Selasa (13/10/2026).
Menurut Gumianto, setelah dokumen rencana pembangunan sekolah dinyatakan lengkap, pihak Kasatker memberikan masukan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Toba memperbaiki akses jalan supaya tidak menjadi kendala dalam pengangkutan material pembangunan. Pihak Kasatker berharap mobilitas pengangkutan material menuju lokasi pembangunan tidak mengalami hambatan.
Gumianto melanjutkan, terdapat dua akses jalan menuju lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Uluan. Akses pertama melalui Simpang Siraituruk, Desa Patane I, Kecamatan Porsea, sedangkan akses kedua melalui Simpang Lumban Datu, Kelurahan Pasar Porsea, Kabupaten Toba.
"Jadi, ada dua alternatif jalan untuk mobilitas pengangkutan material pembangunan Sekolah Rakyat. Perbaikan pertama untuk jalan dari Simpang Lumban Datu menuju lokasi pembangunan sudah dilakukan melalui pekerjaan tambal sulam dan pelebaran jalan menggunakan alat berat, menyusul jalan dari Simpang Siraituruk," ucapnya.
Ia menambahkan, Dinas PUTR juga telah menyiapkan dokumen perencanaan pengadaan air minum di lokasi Sekolah Rakyat. Menurutnya, sarana air bersih menjadi kebutuhan pokok yang harus tersedia ketika sekolah tersebut mulai beroperasi.
"Untuk anggaran biaya pengadaan sumber air bersih atau air minum, telah dianggarkan di P-APBD 2026. Pekerjaan tersebut berupa pengadaan sumur bor di lokasi Sekolah Rakyat," tuturnya. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Bawa Timnas Putri U-17 ke Final Piala Asia 2027, Fadilla Disambut Ratusan Warga Batu Bara





















































