Labersa Toba Gelar Jalan Sehat dan Donor Darah Peringati Hari Kesehatan Jiwa

Kegiatan donor darah dalam pelaksanaan kegiatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026 yang digelar Labersa Toba. (Foto: Dokumen Labersa/Mistar)
Toba, MISTAR.ID - Labersa Toba menggelar jalan sehat, edukasi kesehatan jiwa, pemeriksaan kesehatan, dan donor darah dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2026, Minggu (11/10/2026). Kegiatan tersebut juga diisi dengan senam pagi, lomba mewarnai anak, serta diskusi kesehatan jiwa bersama dokter spesialis.
Dalam kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Toba dan RS HKBP Balige, sebanyak 19 kantong darah berhasil dikumpulkan dari 25 calon pendonor yang menjalani pemeriksaan.
Humas Labersa, Sahat Butarbutar, mengatakan enam calon pendonor lainnya belum dapat mendonorkan darah karena belum memenuhi persyaratan kesehatan. Faktor yang menjadi pertimbangan antara lain tekanan darah atau kadar hemoglobin (Hb) yang tidak memenuhi kriteria, konsumsi obat rutin, dan kurangnya waktu istirahat.
Adapun 19 kantong darah yang terkumpul terdiri atas delapan kantong golongan darah O, enam kantong golongan darah A, empat kantong golongan darah B, dan satu kantong golongan darah AB.
Selain donor darah, kegiatan tersebut menyediakan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, dan tes mata. Pelayanan kesehatan ini melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten Toba dan Puskesmas Tandang Buhit.
Kegiatan juga diisi dengan pengurusan dokumen pencatatan sipil oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Toba, hiburan musik, serta lomba mewarnai anak. Berdasarkan informasi panitia, penjualan tiket kegiatan tersebut mencapai 929 tiket.
Dalam rangkaian acara itu, peserta mengikuti talk show kesehatan jiwa bersama Franky H. Sitepu, dokter spesialis kedokteran jiwa yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea, Kabupaten Toba.
Franky mengatakan setiap individu memiliki kebutuhan dan aspirasi yang perlu didengarkan, termasuk orang yang mengalami masalah kesehatan jiwa. Menurutnya, pemahaman masyarakat perlu ditingkatkan untuk mengurangi stigma dan mendorong lingkungan yang lebih inklusif.
“Penting bagi kita untuk mengurangi stigma, membangun pemahaman, serta melibatkan individu dengan masalah kesehatan jiwa dalam pengambilan keputusan yang menyangkut kehidupan mereka,” ujar Franky.
Peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia diperingati setiap 10 Oktober untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan mental, mengurangi stigma dan diskriminasi, serta mendorong akses layanan kesehatan jiwa yang setara.
Melalui kegiatan tersebut, Labersa Toba berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan jiwa dan kesehatan fisik semakin meningkat. (hm25)

























































