Tuesday, October 13, 2026
home_banner_first
SUMUT

Caritas Indonesia Bangun 22 Huntap dan Satu Gereja untuk Warga Tapteng

Mistar.idSelasa, 13 Oktober 2026 pukul 21.17 WIB
caritas_indonesia_bangun_22_huntap_dan_satu_gereja_untuk_warga_tapteng

Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, bersama Sekda Tapteng, Binsar TH Sitanggang, melakukan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap dan satu unit gereja di Kelurahan Tukka. (Foto: Diskominfo Tapteng/MISTAR)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID – Sebanyak 22 unit hunian tetap (huntap) dan satu unit gereja mulai dibangun dengan bantuan Caritas Indonesia di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Pembangunan hunian dan rumah ibadah tersebut merupakan wujud komitmen kemanusiaan untuk membantu memulihkan kehidupan masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Tapteng.

Pembangunan ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama yang dipimpin Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Tapteng, Binsar TH Sitanggang, pada Selasa (13/10/2026) di lokasi pembangunan huntap Caritas, Kelurahan Tukka.

Uskup Keuskupan Sibolga, Mgr. Fransiskus Tuaman Sasfo Sinaga, berharap pembangunan berjalan lancar dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat penerima manfaat.

“Harapan saya, marilah kita bangun rumah dan gereja ini dengan baik supaya mereka yang menempati dan menggunakannya sungguh-sungguh merasa bahagia dan senang. Saya meyakini Caritas Indonesia akan bekerja dengan sangat baik dalam pembangunan hunian tetap ini,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan pemerintah daerah serta menegaskan keterbukaan Gereja Katolik dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

Uskup berharap kerja sama yang baik dengan pemerintah dapat terus berlanjut. Menurutnya, Gereja Katolik berkomitmen membantu pembangunan rumah ibadah dan mendukung masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

“Kami berkomitmen membantu saudara-saudari kita tanpa membeda-bedakan, terbuka bagi siapa saja,” tuturnya.

Sementara itu, Sekda Tapteng, Binsar TH Sitanggang, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Caritas Indonesia serta seluruh pihak yang terlibat atas kepedulian terhadap warga terdampak bencana.

“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak-Ibu Caritas Indonesia, para donatur, dan terkhusus Kementerian Agama yang konsisten terus membantu pembangunan rumah-rumah ibadah di Tapteng serta daerah-daerah lain yang terdampak pascabencana. Tidak mungkin ini bisa dilakukan segera tanpa ada partisipasi kita bersama,” ujarnya.

Binsar juga menekankan pentingnya menjaga kearifan lokal Tapteng dalam proses pemulihan pascabencana. Hal tersebut, katanya, sejalan dengan motto “Sahata Saoloan” yang mengandung semangat kebersamaan dan gotong royong.

“Prinsip itu harus terus kita tegakkan, karena dengan ‘Sahata Saoloan’ dan gotong royong, kita menjadi lebih kuat serta bisa lebih cepat mencapai target dan harapan kita bersama,” katanya.

Untuk mendukung keberlanjutan dan kenyamanan kawasan permukiman baru tersebut, Binsar menambahkan bahwa Pemkab Tapteng berkomitmen turut memfasilitasi penyediaan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU). Dengan demikian, huntap yang dibangun diharapkan nyaman dan layak dihuni oleh warga.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN