SMAN 1 Sidikalang Dituding Tak Dukung UMKM Lokal

SMA Negeri 1 Sidikalang, Kabupaten Dairi. (Foto: Heppy Julius Manurung/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID - SMA Negeri 1 Sidikalang, Kabupaten Dairi, dituding tidak mendukung pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat setelah menolak proposal penawaran pengadaan baju olahraga dan atribut sekolah dari pengusaha konveksi lokal.
Tudingan tersebut disampaikan seorang pengusaha konveksi di Sidikalang berinisial RS, Rabu (14/10/2026). Ia mengaku telah mengajukan proposal kepada pihak sekolah pada Juni 2026, menjelang tahun ajaran baru 2026/2027.
Menurut RS, proposal tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 50 Tahun 2022 tentang Pakaian Seragam Sekolah. Ia menilai, pengadaan perlengkapan siswa melalui UMKM setempat dapat membantu perekonomian daerah sekaligus memberikan pilihan harga yang terjangkau bagi orang tua siswa.
RS menyebutkan, penawaran harga yang dicantumkan dalam proposal bervariasi sesuai jenjang pendidikan. Untuk satu pasang baju olahraga, baik model oblong maupun berkerah, harga yang ditawarkan sebesar Rp70.000 untuk PAUD, Rp75.000 untuk TK, Rp85.000 untuk SD, Rp130.000 untuk SMP, dan Rp135.000 untuk SMA.
Sementara itu, satu set atribut berupa topi, dasi, papan nama, dan lencana Merah Putih dengan kualitas bordir ditawarkan seharga Rp50.000.
Namun, RS menyayangkan keputusan SMAN 1 Sidikalang yang disebutnya menolak proposal tersebut dan memilih memesan barang dari luar daerah. Ia menduga keputusan itu berkaitan dengan adanya keuntungan atau fee yang lebih besar, yang menurutnya berpotensi membebani orang tua siswa.
Mistar telah mencoba menghubungi W Lingga, guru olahraga yang juga merangkap humas SMAN 1 Sidikalang, melalui WhatsApp untuk meminta konfirmasi terkait tudingan tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan, Rabu (14/10/2026).
Sebelumnya, Mistar memberitakan keluhan sejumlah orang tua siswa terkait harga baju olahraga dan atribut sekolah di SMAN 1 Sidikalang. Mereka menilai biaya yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut cukup memberatkan.
Salah seorang orang tua siswa berinisial RWSS mengatakan, satu set atribut yang terdiri dari dasi, papan nama, bendera, dan topi SMAN 1 Sidikalang dijual seharga Rp75.000. Sementara itu, satu pasang baju olahraga dibanderol Rp180.000.
Menurut RWSS, pihak sekolah mengarahkan pembelian atribut dan baju olahraga tersebut ke salah satu toko di Sidikalang.
Setelah membandingkan harga di toko lain, RWSS mengaku menemukan harga yang lebih murah. Satu set atribut, katanya, hanya seharga Rp45.000, sedangkan satu pasang baju olahraga dijual Rp80.000.
“Kemudian, setelah kami telusuri harga sebenarnya, satu set atribut seharga paling mahal Rp45 ribu, dan baju olahraga Rp80 ribu satu pasang. Mengapa belanja dari sekolah lebih mahal?” kata RWSS. (hm25)


























































