Usai Penertiban Pungli, Jumlah Wisatawan ke Sidebuk-debuk Meningkat

Petugas Satpol PP Sumut dan Satpol PP Kabupaten Karo berjaga di kawasan Pemandian Alam Sidebuk-debuk, Kabupaten Karo, untuk mencegah praktik pungutan liar. (Foto: Diskominfo Sumut/Mistar)
Medan, MISTAR.ID - Tindakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo dalam menertibkan pelaku pungutan liar di Kawasan Pemandian Alam Sidebuk-debuk, berhasil meningkatkan jumlah pengunjung.
Pengakuan itu disampaikan seorang petugas Sapol PP Kabupaten Karo, Ebenezer Tarigan, yang menjaga wilayah tersebut bersama Satpol PP Sumut dan Karo selama dua hari belakangan.
“Kita melakukan penjagaan di sini untuk sosialisasi dan menertibkan aksi pungutan liar menuju pemandian air panas sidebuk-debuk. Karena sebelumnya lokasi ini jadi tempat pungli kepada masyarakat yang berkunjung,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Mistar, Senin (29/6/2026).
Ia menyampaikan, Satpol PP ditempatkan di sejumlah titik lokasi, mulai dari persimpangan, jalan lintas sumatera (Jalinsum) Jamin Ginting, hingga akses menuju kawasan pemandian air panas.
Meski demikian, sejak pertama bertugas pada 26 Juni 2026, Satpol PP sempat menghadapi para pelaku pungli yang berpindah tempat.
“Kami sempat kucing-kucingan sama mereka, untuk mengatasi itu akhirnya pos jaga ditambah menjadi empat titik selama 24 jam secara bergantian. Kami juga melakukan patroli secara berkala di jalur ini,” ucapnya.
Senada, Petugas Satpol PP Sumut, Rido, turut menyampaikan bahwa pihaknya kewalahan saat waktu malam hari. Pasalnya, peningkatan jumlah kendaraan yang berkunjung membuat arus lalu lintas semakin pada, hingga kemudian pihaknya meningkatkan kewaspadaan.
“Jumlah peningkatan kendaraan sangat luar biasa. Beberapa pengunjung ada yang mengapresiasi kehadiran penjagaan ini. Ada juga yang berhenti untuk membayar, karena tidak tahu bahwa sebelumnya ada penertiban, dan sudah menjadi kebiasaan dalam membayar saat berkunjung,” ujarnya.
Di sisi lain, peningkatan jumpah pengunjung turut dirasakan oleh salah satu pedagang di Kawasan pemandian air panas tersebut. Salah satunya adalah Ima, pemilik kantin dan penginapan. Ia mengaku bahwa usahanya terjadi lonjakan pengunjung selama dua hari terakhir.
“Padatnya pengunjung uni sudah seperti suasana tahun baru akibat tidak ada lagi Pungli. Kami sangat bersyukur para pengunjung meningkat karena Pak Gubernur dan Bupati menertibkan Pungli. Harapan kami ke depan, semoga tidak ada lagi Pungli yang meresahkan pengunjung,” tuturnya melalui keterangan tertulis.
PREVIOUS ARTICLE
Ingin Berlibur ke Thailand Siapkan Aplikasi THIM, Apa Itu?




















