Saturday, June 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Festival Bunga dan Buah Marching Band Competition di Berastagi Tuai Pro-Kontra, Warga Soroti Kemiripan dengan Festival Bunga dan Buah Karo

Mistar.idSabtu, 20 Juni 2026 15.26
journalist-avatar-top
AH
festival_bunga_dan_buah_marching_band_competition_di_berastagi_tuai_prokontra_warga_soroti_kemiripan_dengan_festival_bunga_dan_buah_karo

Suasana Festival Bunga dan Buah yang selama ini menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Karo di Taman Mejuah-Juah Berastagi. (Foto: Abay/Mistar)

news_banner

Karo, MISTAR.ID

Rencana pelaksanaan Festival Bunga dan Buah Marching Band Competition (FBBMBC) di Taman Mejuah-Juah Berastagi pada 27-28 Juni 2026 menuai beragam tanggapan dari masyarakat Kabupaten Karo.

Event yang digelar pihak sponsor tersebut menjadi perbincangan hangat karena dinilai memiliki konsep yang hampir serupa dengan Festival Bunga dan Buah (FBB) yang selama puluhan tahun menjadi agenda tahunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo.

Diketahui, Festival Bunga dan Buah berakar dari tradisi "Pesta Mejuah Juah" yang telah berlangsung sejak 1966 sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Karo atas hasil pertanian yang melimpah. Pada era 1980-an, kegiatan tersebut kemudian dikenal dengan nama Festival Bunga dan Buah.

Baik FBB maupun FBBMBC sama-sama mengangkat potensi bunga, buah, budaya Karo, serta sektor pariwisata daerah. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam konsep pelaksanaan.

Festival Bunga dan Buah yang diselenggarakan Pemkab Karo selama ini menampilkan parade mobil hias sebagai salah satu agenda utama. Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran dan berkesempatan memperebutkan hadiah dengan total puluhan juta rupiah.

Sementara itu, pada FBBMBC, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp20.000 per orang. Tiket tersebut juga memberikan kesempatan mengikuti undian berhadiah atau door prize dengan hadiah berupa sepeda motor matik, jam tangan, helm, hingga payung.

Perbedaan tersebut turut dijelaskan oleh pihak penyelenggara melalui unggahan di media sosial yang menegaskan bahwa FBBMBC merupakan kegiatan terpisah dari Festival Bunga dan Buah yang selama ini digelar Pemkab Karo.

Meski demikian, sejumlah masyarakat mengaku sempat salah memahami kegiatan tersebut karena kemiripan nama dan konsep acara.

Salah satunya terlihat dari komentar akun media sosial yang mengaku mengira kegiatan tersebut merupakan Festival Bunga dan Buah tahunan. Di sisi lain, ada pula masyarakat yang menyambut positif penyelenggaraan acara tersebut dan tidak mempermasalahkan adanya tiket masuk.

Namun, sebagian warga menilai penggunaan nama dan konsep yang hampir serupa berpotensi menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Branto Tarigan, warga Kabanjahe, menilai masih banyak ide kreatif yang dapat digunakan tanpa harus menggunakan konsep yang dianggap terlalu dekat dengan Festival Bunga dan Buah yang sudah lama dikenal masyarakat.

“Seakan tidak ada lagi kategori atau konsep lain yang bisa dibuat. Nama dan konsepnya hampir sama dengan Festival Bunga dan Buah yang selama ini menjadi agenda tahunan Pemkab Karo. Waktunya juga berdekatan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan tiket masuk juga memunculkan persepsi berbeda di masyarakat karena selama ini Festival Bunga dan Buah identik sebagai pesta rakyat yang dapat dinikmati secara terbuka.

“Kok harus bayar, padahal masyarakat selama ini mengenal Festival Bunga dan Buah sebagai kegiatan rakyat yang tidak dikenakan biaya masuk. Hal ini yang membuat sebagian masyarakat salah paham,” katanya.

Ia juga menilai pemerintah daerah seharusnya lebih memperhatikan penggunaan fasilitas publik yang menjadi lokasi kegiatan tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Karo, Juni Antomi Kemit, mengatakan penyelenggaraan FBBMBC merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh pihak penggiat atau sponsor dan tidak memiliki keterkaitan langsung dengan instansinya.

“Ini event yang dilaksanakan penggiat (sponsor),” ujarnya saat dikonfirmasi.

Hingga kini, perbedaan konsep antara Festival Bunga dan Buah yang diselenggarakan Pemkab Karo dan Festival Bunga dan Buah Marching Band Competition masih menjadi perbincangan di kalangan masyarakat menjelang pelaksanaan acara tersebut.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN