Saturday, June 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Warga Bandar Pulau Keluhkan Jalan Rusak 23 Kilometer, Akses Empat Desa di Asahan Terhambat

Mistar.idSabtu, 20 Juni 2026 15.01
journalist-avatar-top
PR
warga_bandar_pulau_keluhkan_jalan_rusak_23_kilometer_akses_empat_desa_di_asahan_terhambat

Kondisi jalan kabupaten di Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, yang berlumpur dan rusak sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat. (Foto: Istimewa/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Kondisi infrastruktur jalan kabupaten di Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, kembali menjadi sorotan masyarakat. Ruas jalan sepanjang sekitar 23 kilometer yang menghubungkan empat desa dilaporkan mengalami kerusakan parah dan hingga kini belum mendapatkan penanganan maksimal.

Jalan tersebut menjadi akses utama bagi warga Desa Padang Pulau, Desa Gajah Sakti, Desa Buntu Maraja, dan Desa Gunung Berkat. Namun, selama bertahun-tahun masyarakat harus menghadapi kondisi jalan yang becek dan berlumpur, terutama saat musim hujan.

Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kendaraan roda dua maupun roda empat kerap mengalami kesulitan saat melintas akibat badan jalan yang dipenuhi lumpur dan lubang.

Warga mengaku telah lama menantikan pembangunan jalan yang layak. Namun hingga saat ini, perbaikan yang diharapkan belum juga terealisasi sehingga menimbulkan kesan kurangnya perhatian terhadap wilayah tersebut.

Tokoh pemuda Bandar Pulau, Sudirman Marpaung, menyampaikan bahwa kondisi jalan yang rusak telah berlangsung selama puluhan tahun dan semakin mempersulit kehidupan masyarakat.

“Sudah puluhan tahun masyarakat menunggu perbaikan jalan ini. Kondisinya semakin memprihatinkan dan sangat menghambat aktivitas warga. Jalan ini merupakan akses penting untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, hingga menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Sudirman, ruas jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di wilayah Bandar Pulau. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan menjadikannya sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur.

Ia menilai kerusakan jalan yang terus dibiarkan tanpa perbaikan membuat masyarakat merasa kurang mendapatkan perhatian. Padahal, infrastruktur yang memadai sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan warga di daerah pedesaan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Asahan segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Selain demi keselamatan pengguna jalan, pembangunan infrastruktur juga dinilai penting untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami berharap aspirasi masyarakat Bandar Pulau dapat segera mendapat perhatian sehingga akses jalan yang layak tidak lagi menjadi impian yang terus tertunda dari tahun ke tahun,” kata Sudirman.

Sementara itu, berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Asahan hingga tahun 2025, sekitar 63,82 persen dari total 1.398,13 kilometer ruas jalan kabupaten berada dalam kondisi rusak, mulai dari rusak sedang hingga rusak berat. Adapun ruas jalan yang berada dalam kondisi baik hanya mencapai 36,18 persen.

Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya tantangan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Asahan, khususnya di wilayah-wilayah yang menjadi penopang aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN