Monday, July 20, 2026
home_banner_first
WISATA

Sumut Perkuat Promosi Geowisata dan Calendar of Events 2026, Bidik Wisatawan Mancanegara

Mistar.idKamis, 29 Januari 2026 pukul 16.35 WIB
sumut_perkuat_promosi_geowisata_dan_calendar_of_events_2026_bidik_wisatawan_mancanegara

Olahraga jetski di Danau Toba. (Foto: amita/mistar)

news_banner

Medan, MISTAR.ID

Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi memperkuat strategi pemasaran pariwisata tahun 2026 dengan mengandalkan potensi geowisata serta peluncuran kalender acara (Calendar of Events) yang lebih masif.

Langkah ini diambil guna mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara, terutama dari pasar utama seperti India yang saat ini tercatat sebagai penyumbang kunjungan terbesar ke Sumatera Utara.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudparekraf Provsu, Dedi Siregar, mengungkapkan bahwa letak geografis Sumut yang sangat dekat dengan pusat penghubung internasional seperti Singapura dan Kuala Lumpur merupakan modal utama yang harus dimaksimalkan.

Pihaknya meyakini bahwa aksesibilitas yang mudah akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan global untuk mengeksplorasi destinasi super prioritas seperti Danau Toba.

“Sumut memiliki kekuatan geografis karena dapat dijangkau dengan cepat dari bandara penghubung internasional. Kami meyakini ke depan wisatawan akan sangat terbantu dengan letak strategis ini. Selain itu, kawasan Danau Toba yang telah terdaftar sebagai UNESCO Global Geopark memiliki kekayaan budaya dan biodiversitas yang luar biasa untuk dipasarkan,” kata Dedi, Kamis (29/1/2026).

Dedi menjelaskan bahwa fokus pemasaran saat ini tidak hanya pada keindahan alam Danau Toba secara umum, melainkan pada penguatan narasi geowisata. Strategi ini mencakup pengembangan 16 desa wisata yang kini sedang diupayakan bertambah menjadi 18 desa guna memberikan pengalaman otentik bagi pengunjung.

Keunikan sisa-sisa proses vulkanik dunia serta aktivitas masyarakat lokal di lokasi seperti Taman Eden menjadi nilai jual yang spesifik.

“Ke depan, kami akan melakukan branding baru, di mana produk geowisata akan menjadi produk wisata utama yang kami tawarkan kepada wisatawan yang berkunjung ke kawasan Danau Toba. Kami ingin menghadirkan pengalaman berpetualang yang berdampak berkelanjutan bagi lingkungan maupun masyarakat lokal,” ucap Dedi.

Selain Danau Toba, Sumut juga menonjolkan destinasi wisata minat khusus di Kabupaten Langkat, yakni Bukit Lawang dan Tangkahan. Daya tarik utama di kawasan ini adalah orangutan Sumatera dan konservasi gajah.

Menurut Dedi, Tangkahan memiliki nilai historis yang kuat karena berhasil mengubah perilaku masyarakat yang sebelumnya melakukan penebangan liar menjadi pelindung hutan melalui sektor pariwisata.

“Di Tangkahan, kita menjual nilai bahwa pariwisata hadir untuk menjaga kekayaan alam. Masyarakat yang dulu menebang hutan, kini bekerja di sektor pariwisata dan memberikan nilai tambah yang nyata bagi kesejahteraan mereka,” ujarnya.

Menyambut tahun 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga telah menyiapkan berbagai ajang internasional seperti F1 Powerboat dan Aquabike World Series yang dijadwalkan pada Agustus, serta kejuaraan lari lintas alam Trail of The Kings di Samosir pada Juni.

Di Kepulauan Nias, ajang selancar internasional Nias Pro juga tetap menjadi agenda unggulan untuk menarik peselancar dari Amerika Serikat, Jepang, dan Australia.

Dedi menegaskan bahwa peluncuran Calendar of Event North Sumatera 2026 yang dilaksanakan di Berastagi menjadi momentum penting untuk mengumumkan enam acara unggulan yang telah dikurasi oleh Kementerian Pariwisata dalam program Karisma Event Nusantara.

Pihaknya berharap kolaborasi dengan agen perjalanan internasional, termasuk dari India, dapat diperkuat melalui kegiatan familiarization trip (famtrip) guna memperkenalkan secara langsung keunggulan destinasi pariwisata Sumut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN