Tuesday, July 28, 2026
home_banner_first
WISATA

Pengelolaan Kawasan Wisata Terpadu Lumban Pea Disorot, Disbudpar Toba Beri Penjelasan

Mistar.idSelasa, 28 Juli 2026 pukul 19.54 WIB
pengelolaan_kawasan_wisata_terpadu_lumban_pea_disorot_disbudpar_toba_beri_penjelasan

Kawasan wisata terpadu yang dipenuhi semak belukar. (Foto:Nimrot/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID (28/7/2026) - Sejak dimulainya pembangunan Kawasan Wisata Terpadu di Lumban Pea, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah, proyek tersebut hingga selesai selalu menuai kritik dari masyarakat.

Kini, kritik kembali muncul terkait pengelolaan, pemanfaatan, dan perawatan lokasi serta bangunan yang telah dibangun. Masyarakat menilai Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba belum mengelola kawasan tersebut secara optimal.

Salah seorang pegiat sosial, Sahala Saragih, mengatakan kawasan wisata terpadu tersebut tidak pernah lepas dari sorotan. Menurutnya, setelah selesai dibangun, kawasan itu terkesan ditelantarkan dan belum dimanfaatkan sebagaimana mestinya sebagai pusat promosi pariwisata di Kabupaten Toba.

"Coba dilihat, sarana jalan yang tidak bagus dan juga di sekitar bangunan dipenuhi semak belukar. Sepertinya ada indikasi unsur kesengajaan menelantarkan lokasi dan bangunan yang mengeluarkan anggaran puluhan miliar," ujar Sahala.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toba, Rikardo Hutajulu, mengatakan pihaknya tidak menelantarkan kawasan tersebut. Menurutnya, belum lama ini lokasi itu telah dibersihkan.

"Sebab, sudah pernah kita lakukan gotong royong pembersihan di Kawasan Wisata Terpadu dan pembabatan semak belukar yang tumbuh," ucap Rikardo, Selasa (28/7/2026).

Ia melanjutkan, rumput yang kembali tumbuh dengan cepat dipengaruhi curah hujan dalam beberapa pekan terakhir sehingga pertumbuhannya menjadi lebih pesat di sekitar bangunan.

"Sebelum kita lakukan pembersihan beberapa waktu lalu melalui kegiatan gotong royong, rumput di sekitar kawasan lebih panjang atau lebih tinggi dari sekarang," ucap Kepala Dinas Pariwisata.

Lebih lanjut, Rikardo mengatakan kawasan tersebut akan dibenahi secara bertahap. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toba juga berencana berkantor di kawasan itu beberapa kali dalam sepekan. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN