Akses Jalan Kawasan Terpadu Pariwisata Balige Belum Diperbaiki, Disbudpar Toba Sebut Terkendala Sengketa Lahan

Kondisi jalan menuju kawasan terpadu pariwisata Toba. (Foto:Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID (5/8/2026) – Akses jalan menuju Kawasan Terpadu Pariwisata yang terletak di Lumban Pea, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, hingga saat ini masih belum mengalami perbaikan karena adanya sengketa lahan dengan masyarakat sekitar.
Padahal, pembangunan Kawasan Terpadu Pariwisata tersebut digadang-gadang menjadi pusat destinasi pariwisata berstandar internasional, kawasan akomodasi, atraksi budaya, serta pusat ekonomi kreatif untuk mendukung status Destinasi Pariwisata Super Prioritas.
Namun, hingga saat ini pembenahan belum juga dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Toba, baik dari sisi pemanfaatan gedung yang telah dibangun maupun perbaikan akses jalan. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha dan pelaku budaya enggan memanfaatkan lokasi tersebut.
Kepala Disbudpar Kabupaten Toba, Rikardo Hutajulu, mengatakan pihaknya secara bertahap akan membenahi kawasan tersebut. Untuk sementara, agar kondisi gedung tetap terpantau dan terawat, beberapa kali dalam sepekan pegawai atau aparatur sipil negara (ASN) di dinas tersebut akan menempati gedung di kawasan terpadu.
Ia melanjutkan, terkait perbaikan jalan maupun pembangunan infrastruktur selama ini memang mengalami kendala karena adanya penolakan dari masyarakat di pintu masuk kawasan. Namun, dalam waktu dekat persoalan tersebut diyakini dapat diatasi karena hanya tinggal beberapa keluarga yang perlu diberikan pemahaman agar pembangunan dapat dilaksanakan.
"Usulan pembangunan telah kami sampaikan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Toba. Tinggal lagi bagaimana realisasinya dari mereka (PUTR), apakah telah dilakukan pembahasan anggaran. Untuk kepastiannya dapat ditanyakan langsung kepada mereka kapan rencana pembangunannya," ujar Rikardo, Rabu (5/8/2026).
Rikardo optimistis penggunaan Kawasan Terpadu Pariwisata dapat dimaksimalkan untuk memajukan sektor pariwisata di Kabupaten Toba dengan memanfaatkan gedung yang telah tersedia sebagai ruang bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) serta pelaku budaya.
"Kami telah melobi pemerintah pusat agar melakukan pembangunan hingga ke pantai sehingga area Kawasan Terpadu Pariwisata semakin luas dan tertata dengan baik. Semoga dalam waktu dekat dapat terwujud," tuturnya. (hm27)
PREVIOUS ARTICLE
Pengelolaan Kawasan Wisata Terpadu Lumban Pea Disorot, Disbudpar Toba Beri Penjelasan























