Sunday, November 1, 2026
home_banner_first
WISATA

Disinari Lampu Keemasan, Menara Kudus Pancarkan Pesona Arsitektur Bersejarah

Mistar.idMinggu, 1 November 2026 pukul 07.30 WIB
disinari_lampu_keemasan_menara_kudus_pancarkan_pesona_arsitektur_bersejarah

Menara Kudus tampak bercahaya keemasan pada malam hari dengan latar langit gelap, Jawa Tengah. (foot: detik/mistar)

Kudus, MISTAR.ID - Menara Kudus menghadirkan pemandangan berbeda ketika malam tiba. Bangunan bersejarah berbahan bata merah itu semakin menawan setelah diterangi cahaya lampu berwarna keemasan yang menyoroti setiap detail arsitekturnya.

Keindahan tersebut menjadi salah satu momen menarik dalam perjalanan rihlah Wali Songo yang diikuti rombongan Pondok Pesantren Al-Musyahadah Rumah Cerdas Indonesia, Bandung.

Di tengah agenda mengunjungi sejumlah situs bersejarah, penampilan Menara Kudus pada malam hari menjadi pemandangan yang menarik untuk diabadikan.

Dari kejauhan, menara terlihat berdiri kokoh dengan susunan bata merah yang menjadi ciri khasnya. Pencahayaan yang menjangkau bagian bawah hingga puncak bangunan membuat warna bata tampak semakin jelas di tengah suasana malam.

Bentuk atapnya yang bertingkat turut memperkuat karakter arsitektur bangunan tersebut. Perpaduan cahaya keemasan dan warna alami bata merah menciptakan tampilan yang memikat perhatian pengunjung.

Menara Kudus merupakan bagian dari kompleks Masjid Al-Aqsa atau Masjid Menara Kudus yang memiliki hubungan erat dengan Sunan Kudus, salah satu tokoh penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Bangunan ini dikenal memiliki keunikan arsitektur karena memadukan unsur Hindu-Jawa dengan budaya Islam. Bentuknya yang menyerupai candi menjadi pembeda dari menara masjid pada umumnya.

Penggunaan bata merah serta struktur bangunan yang khas juga menjadi bukti adanya akulturasi budaya dalam perjalanan sejarah perkembangan Islam di Nusantara.

Nilai historis dan keunikan arsitekturnya menjadikan Menara Kudus sebagai salah satu bangunan yang menarik untuk dikunjungi. Tidak hanya pada siang hari, kawasan ini juga menawarkan suasana berbeda ketika malam tiba.

Sorotan lampu yang membalut bangunan membuat siluet menara terlihat semakin menonjol di tengah gelapnya langit. Keindahan tersebut memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung yang datang untuk mengenal lebih dekat peninggalan sejarah Islam.

Bagi rombongan rihlah Wali Songo, kunjungan ke Menara Kudus bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan juga kesempatan menyaksikan langsung jejak sejarah penyebaran Islam di Pulau Jawa.

Di balik kemegahan bangunannya, Menara Kudus menyimpan kisah pertemuan budaya yang telah berlangsung sejak masa lampau. Cahaya keemasan yang meneranginya pada malam hari semakin menambah daya tarik salah satu ikon bersejarah Kota Kudus tersebut.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN