TNI Buka Jalan Alternatif Penghubung Desa Silalahi I dan Silalahi III

Penandatanganan Mou bersama Raja Turpuk, Sekda Dairi, Kadis PUTR, Kodim 0206 Dairi dan Tokoh Masyarakat.(Foto: Dokumentasi Camat Silahisabungan/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID - Tentara Nasional Indonesia (TNI) membuka jalan alternatif di kawasan pertanian warga sekaligus jalan penghubung Desa Silalahi I dan Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi.
Pembukaan jalan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Karya Bakti TNI. Kegiatan diawali dengan ritual adat oleh Raja Turpuk Silahisabungan sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya setempat sekaligus doa agar seluruh rangkaian pelaksanaan berjalan lancar.
Acara pembukaan turut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin, Asisten I Agel Siregar, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Masyaraya Berutu, serta Pabung Kodim 0206 Dairi, Mayor Czi M Tambunan.
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Dairi dan TNI sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergitas dan kerja sama mendukung pembangunan serta kegiatan Karya Bakti TNI di Kabupaten Dairi.
Sekda Dairi Surung Charles Bantjin menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, pembukaan jalan tersebut memiliki nilai strategis karena tidak hanya membuka akses dari satu wilayah ke wilayah lainnya, tetapi juga berpotensi membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru.
“Jalan ini kita harapkan bukan hanya menjadi jalan alternatif. Karena jalurnya melintasi kawasan pertanian, kita berharap akses ini dapat memperlancar aktivitas masyarakat dan hasil pertanian. Ke depan, kita juga berharap dapat muncul spot-spot wisata baru di sepanjang jalan yang bisa dikembangkan oleh masyarakat,” kata Surung.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjalin kerja sama dan komunikasi yang baik dengan TNI sebagai pihak pelaksana Karya Bakti.
Ritual adat yang dilakukan Raja-raja Turpuk Silahisabungan sebelum kegiatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari momentum tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan di Silahisabungan dapat berjalan seiring dengan pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal.
Dengan dimulainya pembukaan jalan lingkar atau alternatif tersebut, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih baik sekaligus membuka peluang baru di bidang pertanian, ekonomi, dan pariwisata. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Pekerja Pembangunan Kampung Nelayan di Deli Serdang Diprioritaskan dari Warga Miskin

































