Tuesday, July 21, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pratu Farkhan Dimakamkan Secara Militer di Kampung Halaman

Mistar.idSabtu, 3 Januari 2026 pukul 15.35 WIB
pratu_farkhan_dimakamkan_secara_militer_di_kampung_halaman_

Suasana pemakaman Pratu Farkhan Sauqi di kampung halamannya, desa Hessa Air Genting, Kabupaten Asahan (foto: Perdana / Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Suasana duka menyelimuti Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, saat jenazah Pratu Farkhan Syauqi Marpaung tiba di rumah duka.

Prajurit TNI Angkatan Darat yang gugur saat menjalankan tugas di Papua itu dimakamkan secara militer di pemakaman umum (UMIM) yang tak jauh dari kediaman orang tuanya pada Sabtu (3/1/2025)

Tangis histeris keluarga pecah seketika ketika peti jenazah diturunkan dari kendaraan. Jeritan pilu dan isak tangis tak terbendung, bahkan sejumlah kerabat dilaporkan sempat pingsan karena tak kuasa menahan kesedihan melihat kepergian almarhum untuk selamanya.

Puluhan prajurit TNI Angkatan Darat tampak mengiringi jenazah Pratu Farkhan dari rumah duka menuju lokasi pemakaman. Prosesi berjalan khidmat dan penuh penghormatan tanda pengabdian almarhum sebagai prajurit yang telah mengabdikan diri menjaga kedaulatan NKRI.

Upacara pemakaman digelar secara militer dengan rangkaian prosesi lengkap. Suara tembakan penghormatan menggema di udara sesaat sebelum peti jenazah dimasukkan ke liang lahat. Momen tersebut membuat suasana semakin haru, terlebih saat keluarga memanjatkan doa terakhir di sisi pusara.

Bertindak sebagai Komandan Upacara, Kolonel Inf Dimar Bahtera, yang merupakan Komandan Brigade Infanteri 25/Siwah, satuan tempat almarhum bertugas. Dalam prosesi tersebut, Kolonel Dimar Bahtera juga menyerahkan karangan bunga dan menyampaikan penghormatan langsung kepada kedua orang tua almarhum serta keluarga besar Pratu Farkhan Marpaung.

Sementara itu, Zakaria Marpaung, ayah almarhum, tampak terpukul atas kepergian putra tercintanya. Kesedihan mendalam terlihat jelas dari raut wajah keluarga yang hingga akhir prosesi masih sulit mempercayai kepergian Pratu Farkhan.

“Kami sudah ikhlaskan. Semoga mendapatkan tempat yang sebaik-baiknya,” ujar Zakaria, ayah korban.

Seperti diketahui sebelumnya, Pratu Farkhan Syauqi Marpaung merupakan prajurit TNI Angkatan Darat asal Kabupaten Asahan, warga Desa Hessa Air Genting, Kecamatan Air Batu. Ia dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas negara di Papua.

Namun, kepergian Pratu Farkhan menimbulkan rasa kepiluan mendalam, sebab berdasarkan informasi sebelum ia meninggal, diduga terlebih dahulu mendapat penganiayaan oleh seniornya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa tragis itu terjadi pada 31 Desember 2025. Pratu Farkhan diketahui merupakan anggota Yonif 113/Jaya Sakti, Aceh, yang saat itu tengah mengikuti satuan tugas pengamanan di Papua.

“Informasinya anak saya ditanya lalu disuruh tunduk. Setelah itu dipukul menggunakan ranting ke bagian punggung,” kata Zakaria saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (3/1/2025).

Hingga kini, keluarga berharap aparat dan institusi terkait dapat mengungkap fakta sebenarnya di balik meninggalnya Pratu Farkhan. Mereka menuntut keadilan agar kepergian almarhum tidak meninggalkan luka dan pertanyaan tanpa jawaban. (hm06)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN